Metapos.id, Jakarta — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut dinamika politik di Indonesia berlangsung kompetitif. Menurutnya, kondisi tersebut muncul karena setiap kekuatan politik memiliki target untuk memenangkan kontestasi.
AHY mengatakan, kemenangan dalam kompetisi politik juga berkaitan dengan keinginan setiap pihak untuk memperoleh ruang yang lebih besar, baik di pemerintahan maupun parlemen.
“Kompetisi sengit, karena semua ingin menang, karena semua ingin mengambil peran yang besar dalam pemerintahan, eksekutif maupun dalam legislatif di parlemen,” ujar AHY saat ditemui seusai Puncak Perayaan HUT Ke-25 Demokrat dikutip dari berbagai sumber, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Ia menilai persaingan antarkekuatan politik merupakan bagian dari perkembangan demokrasi Indonesia. Proses tersebut telah berjalan selama lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998.
AHY turut mengaitkan perjalanan Partai Demokrat dengan era Reformasi. Partai yang dipimpinnya itu resmi berdiri pada 2001 dan menjadi salah satu partai yang lahir setelah perubahan politik tersebut.
“Saya rasa ini berlaku umum. Tadi saya melakukan sebuah kontemplasi dari perjalanan lebih dari 25 tahun reformasi dan Partai Demokrat sendiri bisa dikatakan produk atau anak kandung reformasi, kami berdiri di tahun 2001,” kata AHY.
Menurut AHY, persaingan dalam pemilu dan politik merupakan konsekuensi dari sistem demokrasi. Karena itu, perbedaan kepentingan maupun pilihan politik tidak semestinya dianggap sebagai sesuatu yang tidak wajar.
“Saya rasa itu sebuah kewajaran dan realitas yang harus kita hadapi,” jelas dia.
AHY Tekankan Pentingnya Persatuan
Di tengah kompetisi politik, AHY mengingatkan seluruh pihak agar tetap mengutamakan persatuan. Ia menilai kepentingan bangsa dan negara harus menjadi titik temu ketika perbedaan politik muncul.
“Tapi benar, tadi saya menyerukan mari kita pada saatnya untuk Merah Putih ya kita bersama-sama,” ujar AHY.
AHY juga menilai perbedaan pendapat justru menjadi bagian dari kekuatan demokrasi. Menurutnya, masyarakat tidak harus selalu memiliki pandangan yang sama dalam menyikapi berbagai persoalan.
“Walaupun perbedaan itu juga indah, sebetulnya tidak harus semuanya seragam dalam menyampaikan pandangan dan pikiran,” ucap AHY.
Ia menjelaskan, keberagaman perspektif dapat membuka ruang untuk melihat persoalan dari sisi yang berbeda. Dengan demikian, hal-hal yang sebelumnya terlewat dari perhatian dapat lebih mudah ditemukan.
“Karena justru keseragaman sometimes seringkali justru membuat kita tidak bisa melihat hal-hal yang mungkin belum atau masih luput dari pantauan ataupun perhatian kita,” ungkap dia.
AHY mengatakan pesan mengenai persatuan tidak hanya ditujukan kepada pihak di luar Demokrat. Ia juga mengingatkan kader internal partainya untuk menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.
“Jadi saya menyerukan itu sebetulnya untuk ke dalam sendiri, Demokrat juga terdiri dari banyak golongan dalam arti kami begitu beragam dan begitu dinamis,” kata AHY.
Ia menegaskan, perbedaan yang ada di internal maupun eksternal partai tidak boleh menghilangkan semangat untuk menjaga keutuhan bersama.
“Kami ingin juga menyerukan persatuan, keutuhan itu di atas segalanya,” pungkasnya.







