Metapos.id, Jakarta — Keberadaan Gunung Anak Krakatau di tengah Selat Sunda menyimpan perjalanan geologi yang panjang. Gunung api tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari rangkaian aktivitas vulkanik setelah letusan besar Krakatau pada 1883.
Sebelum peristiwa tersebut, kawasan Krakatau merupakan kompleks gunung api yang terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Kompleks ini terdiri atas beberapa gunung, termasuk Rakata, Danan, dan Perbuwatan.
Kondisi kawasan tersebut berubah drastis ketika Krakatau mengalami letusan besar pada Agustus 1883. Erupsi tersebut menghancurkan sebagian besar kompleks gunung api dan mengubah bentang alam di sekitarnya.
Gunung Danan dan Perbuwatan kemudian hilang, sedangkan bagian tengah kompleks Krakatau runtuh. Runtuhan tersebut membentuk kaldera berukuran besar yang selanjutnya terisi oleh air laut.
Namun, tenggelamnya sebagian besar kawasan Krakatau bukan berarti aktivitas vulkaniknya berakhir. Di bawah permukaan laut, magma masih bergerak dan terus mencari jalan menuju permukaan.
Aktivitas vulkanik kembali terlihat pada 1927 melalui letusan yang terjadi di bawah laut. Material hasil erupsi, seperti lava, abu, dan batuan vulkanik, secara perlahan terakumulasi di sekitar pusat letusan.
Endapan material tersebut kemudian membentuk sebuah gunung baru di dasar laut. Pertumbuhannya berlangsung secara bertahap hingga akhirnya pada 1929, gunung tersebut berhasil muncul ke atas permukaan laut.
Gunung baru itu kemudian dikenal dengan nama Gunung Anak Krakatau.
Proses tersebut menunjukkan bahwa pembentukan gunung api dapat berlangsung melalui tahapan panjang. Aktivitas magma dari dalam bumi mampu membentuk struktur vulkanik baru meskipun kawasan sebelumnya telah mengalami kehancuran akibat erupsi besar.
Gunung Anak Krakatau pun menjadi bagian dari sejarah panjang kompleks Krakatau. Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa aktivitas geologi di Selat Sunda masih berlangsung dan kawasan tersebut memiliki dinamika vulkanik yang tinggi.
Kisah Krakatau dan Anak Krakatau menjadi gambaran mengenai siklus alam yang terus berlangsung. Kehancuran akibat letusan besar dapat diikuti dengan terbentuknya struktur vulkanik baru melalui aktivitas magma selama bertahun-tahun.







