Metapos.id, Jakarta — Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo memberikan respons terkait munculnya penilaian bahwa PDIP dapat menjadi salah satu kekuatan politik utama dalam menghadapi Pilpres 2029.
Ganjar menegaskan bahwa pembahasan mengenai kontestasi politik mendatang belum menjadi perhatian utama partainya. PDIP, kata dia, saat ini lebih memprioritaskan upaya membantu masyarakat yang terdampak berbagai bencana di sejumlah wilayah.
“Kami sedang konsen bantu bencana NTT, siaga erupsi gunung dan kondisi kekeringan dimana masyarakat perlu banyak air. Disamping soal efek karhutla pada masyarakat,” kata Ganjar, dikutip dari berbagai sumber (9/9/26).
Ia mengatakan sejumlah persoalan kebencanaan membutuhkan perhatian segera. Penanganan terhadap kondisi tersebut dinilai perlu melibatkan berbagai pihak dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
“Gempa NTT perlu bantuan, banjir Aceh dan sekitarnya perlu dituntaskan, karhutla perlu segera dipadamkan, kekeringan & kesulitan air bersih perlu segera dibantu karena kemungkinan kemarau ini akan panjang,” katanya.
Selain gempa, banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kekeringan, Ganjar turut menyoroti aktivitas vulkanik di sejumlah daerah. Erupsi gunung api disebut dapat menimbulkan dampak lanjutan terhadap kehidupan dan aktivitas masyarakat.
“Ditambah beberapa erupsi gunung berapi yang berdampak pada sektor lain. Itulah masalah rakyat yang harus diurus hari ini,” imbuh Ganjar.
Pernyataan Ganjar tersebut disampaikan setelah Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebut PDIP sebagai salah satu poros politik yang dinilai penting dalam peta Pilpres 2029. Doli juga menyebut adanya poros Solo dan Cikeas.
Doli sebelumnya mengamati pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9).
Dalam pidato tersebut, AHY menyinggung kekuasaan sebagai sebuah amanah yang tidak berlangsung tanpa batas. Doli mengaku sepakat dengan pandangan tersebut.
“Namun, dilihat dari nuansa penyampaian, gestur, dan standing positionnya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang,” kata Doli saat dihubungi, Senin (7/9).
Doli juga menyoroti posisi PDIP yang dianggap sebagai salah satu poros politik potensial. Ia menyebut poros tersebut dengan istilah Teuku Umar dan menantikan pernyataan sikap dari partai berlambang banteng tersebut terkait Pilpres 2029.
Menurut Doli, hingga kini belum ada pernyataan terbuka dari PDIP mengenai kesiapan untuk masuk dalam persaingan Pilpres mendatang.
“Memang menjadi agak unik, bila dalam waktu dekat, salah satu poros politik penting lain (Teuku Umar), tidak kunjung menyatakan siap bertarung pada Pilpres 2029,” katanya.







