Metapos.id, Jakarta – Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara sebagai dasar untuk membangun keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.
Seruan tersebut disampaikan Sheikh Mohammed yang juga menjabat Menteri Luar Negeri Qatar saat membuka Forum Ekonomi Qatar di New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026).
Sheikh Mohammed memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak terjebak dalam siklus eskalasi setelah konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran berdampak luas terhadap keamanan serta perekonomian Timur Tengah.
“Kawasan ini membutuhkan kerangka kerja di mana kedaulatan dihormati dan tidak ada negara yang dapat menimbulkan ancaman bagi negara lain,” kata Sheikh Mohammed, dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026).
Ia menggambarkan dampak ekonomi perang AS-Israel terhadap Iran seperti sebuah “gempa bumi” yang menimbulkan gelombang kejut hingga ke luar kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, konflik tersebut turut mengubah sejumlah asumsi mengenai keamanan dan stabilitas, termasuk mengenai pasokan energi, jalur pelayaran, serta rencana investasi.
“Selama krisis, hampir setiap percakapan dimulai dengan keamanan dan de-eskalasi, kemudian beralih ke pasokan energi, rute pengiriman, dan dengan investasi kami, rencana akan terus berlanjut. Ini adalah ungkapan yang berbeda dari pertanyaan yang sama. Ketika begitu banyak hal terganggu, apa yang masih bisa diandalkan?” ujarnya.
Sheikh Mohammed mengatakan Qatar sejauh ini mampu menghadapi berbagai tekanan terhadap fondasi ekonomi dan keamanan negaranya. Meski demikian, ia mengakui konflik yang berlangsung di kawasan tetap memberikan dampak.
“Keamanan permanen tidak dapat dibangun melalui pengaturan yang membuat negara mana pun terus-menerus rentan terhadap ketidakamanan,” katanya.
Ia menilai upaya meredakan ketegangan perlu disertai pembangunan kepercayaan antarnegara.
“Kita harus mengatasi sumber-sumber ketegangan dan membangun kepercayaan,” lanjutnya.
Selain persoalan keamanan, Sheikh Mohammed mengungkapkan rencana Qatar meningkatkan investasi domestik. Pemerintah Qatar menyiapkan dana lebih dari US$38 miliar untuk pembangunan infrastruktur selama lima tahun ke depan.
Investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menarik lebih banyak investasi dari sektor swasta.
Sidang Umum PBB dijadwalkan berlangsung mulai Senin (21/9/2026) hingga Jumat (25/9/2026). Konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap kondisi global menjadi salah satu isu yang dibahas dalam rangkaian diplomasi para pemimpin dunia.
Qatar juga melanjutkan upaya mediasi untuk meredakan konflik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari mengatakan pihaknya berupaya membuka kembali pembicaraan antara Teheran dan Washington guna mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.







