Metapos.id, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pendidikan gratis di sekolah negeri.
Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah selama ini telah memberikan dukungan pembiayaan untuk sekolah negeri pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
“Kalau TK, SD, SMP, SMA, SMK Negeri semua sudah gratis,” ujar Mu’ti, dikutip dari berbagai sumber,Senin (21/9/2026).
Sementara itu, untuk pendidikan di perguruan tinggi, Abdul Mu’ti menyebut pembahasannya perlu dikonfirmasi kepada kementerian yang menangani pendidikan tinggi.
“Kalau perguruan tinggi sebaiknya ditanyakan kepada Mendikti Saintek,” sambungnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan tidak adanya lagi pembayaran SPP di sekolah negeri, Abdul Mu’ti tidak memberikan penjelasan secara spesifik.
Ia kemudian menjelaskan bahwa setiap sekolah telah memperoleh alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.
Selain itu, pemerintah juga memberikan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Semua sekolah mendapatkan dana BOS, dan siswa tidak mampu mendapatkan PIP,” imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana untuk memastikan pendidikan di sekolah negeri dapat dinikmati masyarakat tanpa biaya.
Prabowo menyampaikan hal tersebut ketika menghadiri perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya Pendidikan negeri harus gratis! Biaya pendidikan negeri, SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis!” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, rapat terbatas akan segera dilakukan untuk membahas kebijakan tersebut dan memastikan akses pendidikan negeri secara gratis.
Ia juga menyinggung persoalan sumber anggaran yang diperlukan untuk membiayai program pendidikan gratis.
Menurut Prabowo, salah satu sumber pembiayaan tersebut dapat berasal dari pengembalian uang hasil tindak pidana korupsi.
“Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya dari yang dikorupsi, yang dicolong, yang dikorupsi,” ujar dia.
Prabowo juga menyoroti perlunya pembenahan sektor pendidikan agar masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.







