Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kedubes Rusia Tegaskan Dokumen Ukraina Tak Buktikan 8 WNI Jadi Tentara

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
5 September 2026
in News
Kedubes Rusia Tegaskan Dokumen Ukraina Tak Buktikan 8 WNI Jadi Tentara

Metapos.id, Jakarta — Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia menepis informasi yang menyebut delapan warga negara Indonesia (WNI) bergabung dalam Angkatan Bersenjata Rusia.

Rusia mempertanyakan bukti yang disampaikan pihak Ukraina terkait dugaan tersebut. Menurut Kedubes Rusia, dokumen yang beredar belum menunjukkan adanya keterlibatan delapan WNI dalam aktivitas militer.

BACA JUGA

Dentuman Misterius di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

Belajar di Tenda, 50 Ruang Kelas Darurat Disiapkan di NTT

Dokumen yang dipublikasikan Kedutaan Besar Ukraina disebut terdiri atas salinan e-visa dan kartu migrasi. Rusia menilai kedua dokumen tersebut hanya menunjukkan adanya perjalanan ke Rusia dan tidak secara otomatis membuktikan seseorang menjadi anggota militer.

“Ini merupakan kampanye disinformasi yang didorong propaganda. Salinan e-visa dan kartu migrasi untuk perjalanan wisata yang dipublikasikan Kedutaan Besar Ukraina bukan merupakan bukti bergabungnya seseorang dalam dinas militer,” demikian pernyataan resmi Kedubes Rusia yang dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (5/9/2026).

Atase Bidang Pers dan Media Kedubes Rusia untuk Indonesia, Alexander Tumaykin, memastikan bahwa pernyataan mengenai isu tersebut memang dikeluarkan secara resmi oleh Kedutaan Besar Rusia.

“Ya, ini pernyataan resmi oleh Kedubes,” ujar Alexander kepada Kompas.com.

Selain membantah tudingan terhadap delapan WNI, Kedubes Rusia juga melontarkan tuduhan balik kepada Ukraina. Rusia menyebut Ukraina tengah melakukan perekrutan warga asing untuk memperkuat militernya.

Menurut Rusia, langkah tersebut berkaitan dengan tingginya kerugian yang dialami Ukraina selama perang. Kedubes Rusia menyatakan jumlah korban dalam konflik tersebut mencapai lebih dari 700.000 orang meninggal dan sekitar 1 juta lainnya mengalami luka.

Kendati demikian, Kedubes Rusia tidak memberikan keterangan mengenai sumber data yang digunakan untuk menyebut angka korban tersebut.

Pihak Rusia turut menyoroti pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina yang sebelumnya menyebut kemungkinan komposisi personel militer asing mencapai 30 hingga 50 persen dalam jangka panjang.

Kedubes Rusia menuding Ukraina memanfaatkan jaringan diplomatik dan sejumlah organisasi yang berada di luar negeri untuk mendapatkan warga asing. Perekrutan itu, menurut Rusia, dilakukan dengan cara memberikan informasi yang menyesatkan.

“Puluhan ribu warga negara dari negara-negara lain saat ini bertugas di tentara Ukraina. Ribuan orang tewas, warga negara Indonesia juga termasuk di antaranya,” demikian pernyataan Kedubes Rusia.

Isu mengenai delapan WNI tersebut juga dikaitkan Kedubes Rusia dengan keberadaan Presiden Prabowo Subianto di Rusia.

Prabowo saat itu menghadiri XI Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok. Kedubes Rusia menilai waktu publikasi informasi mengenai dugaan delapan WNI menjadi tentara Rusia memiliki kaitan dengan kunjungan tersebut.

Rusia berpandangan penyebaran informasi tersebut dapat memengaruhi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia.

“Jelas bahwa kampanye disinformasi anti-Rusia yang dilakukan Kedutaan Besar Ukraina bertepatan dengan keikutsertaan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam XI Eastern Economic Forum di Vladivostok dan bertujuan merusak hubungan Rusia-Indonesia,” demikian pernyataan Kedubes Rusia.

Tags: Kedubes RusiaMetapos.idPerang Rusia UkrainaPrabowo SubiantoRusiaTentara RusiaUkrainaWNI
Previous Post

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

Next Post

Samsat Drive Thru Permudah Bayar Pajak Kendaraan

Related Posts

Dentuman Misterius di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab
News

Dentuman Misterius di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

5 September 2026
Belajar di Tenda, 50 Ruang Kelas Darurat Disiapkan di NTT
News

Belajar di Tenda, 50 Ruang Kelas Darurat Disiapkan di NTT

5 September 2026
Sinabung Masih Siaga, Ratusan Warga Mengungsi dari Zona Merah
News

Sinabung Masih Siaga, Ratusan Warga Mengungsi dari Zona Merah

5 September 2026
Tiket Pesawat Berpotensi Makin Mahal, Fuel Surcharge Naik
News

Tiket Pesawat Berpotensi Makin Mahal, Fuel Surcharge Naik

4 September 2026
Puluhan Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen
News

Puluhan Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen

4 September 2026
Di Depan Putin, Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok
News

Di Depan Putin, Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok

4 September 2026
Next Post
Samsat Drive Thru memudahkan masyarakat membayar PKB tahunan tanpa turun dari kendaraan. Simak daftar lokasinya di Jawa Barat. (Foto/Diskominfo Jabar)

Samsat Drive Thru Permudah Bayar Pajak Kendaraan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini