Metapos.id, Jakarta – Bruno Mars mengumumkan tambahan jadwal The Romantic Tour yang akan menyambangi sejumlah kota di Asia dan Australia mulai Februari 2027. Namun, Jakarta dan Kuala Lumpur tidak masuk dalam daftar tujuan tur terbaru tersebut.
Pengumuman itu disampaikan Bruno Mars melalui media sosial pada Kamis (27/8). Tur tersebut menjadi rangkaian konser untuk mendukung album The Romantic (2025).
Dilansir dari berbagai sumber pada leg terbaru, Bruno Mars dijadwalkan tampil di Perth, Melbourne, Brisbane, Sydney, Auckland, Singapura, Bangkok, Kaohsiung, Hong Kong, Manila, dan Seoul, Kamis (27/08/2026).
Beberapa kota bahkan akan mendapatkan pertunjukan selama beberapa hari. Singapura dan Seoul masing-masing dijadwalkan menggelar empat konser, sementara Hong Kong juga mendapat empat jadwal pertunjukan.
Jakarta dan Kuala Lumpur menjadi dua kota yang dilewati dalam rangkaian tur kali ini. Padahal, keduanya sukses menjadi bagian dari Bruno Mars Live pada September 2024.
Konser Bruno Mars di Jakarta saat itu berlangsung selama tiga hari dan dihadiri lebih dari 140 ribu penonton. Sementara pertunjukan di Kuala Lumpur yang digelar satu malam dihadiri sekitar 50 ribu penggemar.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai alasan Bruno Mars tidak memasukkan Jakarta dan Kuala Lumpur dalam The Romantic Tour 2027.
Sebelumnya, Bruno Mars sempat mendapat protes dan seruan boikot di kedua kota tersebut setelah menggelar konser di Tel Aviv dan menyampaikan dukungan kepada Israel pada Oktober 2023.
Meski tidak mampir ke Indonesia dan Malaysia, Bruno Mars tetap membuka sejumlah pilihan bagi penggemar dari kedua negara untuk menyaksikan turnya di kawasan Asia. Singapura, Hong Kong, dan Seoul masing-masing mendapat empat jadwal konser.
Sementara itu, The Romantic merupakan album studio keempat Bruno Mars dan menjadi album pertamanya dalam hampir satu dekade setelah 24K Magic (2016). Album tersebut dijadwalkan dirilis pada 27 Februari 2026.
Dengan jadwal terbaru ini, The Romantic Tour akan kembali membawa Bruno Mars berkeliling Asia dan Australia, tetapi untuk sementara tanpa Jakarta dan Kuala Lumpur.







