Sunday, September 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Buaya Nil Bakal Jadi Pengaman Penjara? Ini Rencana Kontroversial Israel

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
21 July 2026
in Internasional
Rodri Ukir Kisah Inspiratif usai Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Metapos.jd, Jakarta – Pemerintah Israel membuka jalan bagi penggunaan buaya Nil sebagai bagian dari sistem pengamanan penjara yang menahan warga Palestina. Rencana kontroversial tersebut muncul setelah perubahan aturan yang memungkinkan reptil itu dimanfaatkan untuk kepentingan keamanan. 

Usulan itu berasal dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang sejak akhir 2025 mendorong pembangunan fasilitas penahanan dengan perlindungan tambahan berupa buaya. Gagasan tersebut disebut bertujuan mencegah tahanan melarikan diri dari penjara. 

BACA JUGA

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

Langkah tersebut dimungkinkan setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, mengubah klasifikasi hukum buaya Nil. Perubahan status itu membuat reptil tersebut dapat dipelihara oleh lembaga keamanan dalam kondisi tertentu. 

Meski demikian, rencana tersebut langsung memicu kontroversi di Israel. Sejumlah penasihat hukum dan kelompok pemerhati lingkungan menilai kebijakan itu tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan berpotensi menimbulkan persoalan baru. 

Laporan media Israel menyebut Penjara Ketziot di wilayah selatan menjadi lokasi yang dipertimbangkan untuk penerapan awal kebijakan tersebut. Penjara itu diketahui banyak menampung tahanan asal Palestina. 

Ben-Gvir juga sempat mengunggah ilustrasi berbasis AI yang menampilkan dirinya bersama seekor buaya sambil menyampaikan peringatan kepada tahanan agar tidak mencoba melarikan diri. Unggahan tersebut semakin memicu perdebatan di ruang publik. 

Kelompok pemerhati satwa mengingatkan penggunaan buaya sebagai alat pengamanan dinilai berisiko bagi keselamatan manusia maupun kesejahteraan hewan. Mereka menegaskan keamanan penjara seharusnya mengandalkan sistem dan teknologi, bukan memanfaatkan satwa liar. 

Hingga kini, rencana penggunaan buaya Nil masih menjadi perdebatan di Israel dan belum diterapkan secara operasional. Namun, perubahan regulasi tersebut telah membuka kemungkinan implementasi kebijakan apabila mendapat persetujuan lebih lanjut dari otoritas terkait. 

Tags: buaya NilIsraelItamar Ben-GvirMetapos.idPalestinapenjara Israeltahanan Palestina
Previous Post

Dokter Ungkap Gaya Hidup yang Diam-Diam Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Next Post

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.
Internasional

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

2 September 2026
Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.
Internasional

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

2 September 2026
Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk memperkuat kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.
Internasional

Turki, Pakistan, Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

2 September 2026
Next Post
Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini