Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Buaya Nil Bakal Jadi Pengaman Penjara? Ini Rencana Kontroversial Israel

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
21 July 2026
in Internasional
Rodri Ukir Kisah Inspiratif usai Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Metapos.jd, Jakarta – Pemerintah Israel membuka jalan bagi penggunaan buaya Nil sebagai bagian dari sistem pengamanan penjara yang menahan warga Palestina. Rencana kontroversial tersebut muncul setelah perubahan aturan yang memungkinkan reptil itu dimanfaatkan untuk kepentingan keamanan. 

Usulan itu berasal dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang sejak akhir 2025 mendorong pembangunan fasilitas penahanan dengan perlindungan tambahan berupa buaya. Gagasan tersebut disebut bertujuan mencegah tahanan melarikan diri dari penjara. 

BACA JUGA

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk 70 Juta Anak

Serangan Houthi Rusak Rumah dan Kendaraan di Najran

Langkah tersebut dimungkinkan setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, mengubah klasifikasi hukum buaya Nil. Perubahan status itu membuat reptil tersebut dapat dipelihara oleh lembaga keamanan dalam kondisi tertentu. 

Meski demikian, rencana tersebut langsung memicu kontroversi di Israel. Sejumlah penasihat hukum dan kelompok pemerhati lingkungan menilai kebijakan itu tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan berpotensi menimbulkan persoalan baru. 

Laporan media Israel menyebut Penjara Ketziot di wilayah selatan menjadi lokasi yang dipertimbangkan untuk penerapan awal kebijakan tersebut. Penjara itu diketahui banyak menampung tahanan asal Palestina. 

Ben-Gvir juga sempat mengunggah ilustrasi berbasis AI yang menampilkan dirinya bersama seekor buaya sambil menyampaikan peringatan kepada tahanan agar tidak mencoba melarikan diri. Unggahan tersebut semakin memicu perdebatan di ruang publik. 

Kelompok pemerhati satwa mengingatkan penggunaan buaya sebagai alat pengamanan dinilai berisiko bagi keselamatan manusia maupun kesejahteraan hewan. Mereka menegaskan keamanan penjara seharusnya mengandalkan sistem dan teknologi, bukan memanfaatkan satwa liar. 

Hingga kini, rencana penggunaan buaya Nil masih menjadi perdebatan di Israel dan belum diterapkan secara operasional. Namun, perubahan regulasi tersebut telah membuka kemungkinan implementasi kebijakan apabila mendapat persetujuan lebih lanjut dari otoritas terkait. 

Tags: buaya NilIsraelItamar Ben-GvirMetapos.idPalestinapenjara Israeltahanan Palestina
Previous Post

Dokter Ungkap Gaya Hidup yang Diam-Diam Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Next Post

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Related Posts

Elon Musk berencana membagikan masing-masing satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat pada 2027, dengan nilai total diproyeksikan mencapai Rp157 triliun.
Internasional

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk 70 Juta Anak

20 October 2026
Proyektil yang diluncurkan kelompok Houthi menghantam permukiman di Najran, Arab Saudi, menyebabkan enam warga terluka serta merusak rumah dan kendaraan.
Internasional

Serangan Houthi Rusak Rumah dan Kendaraan di Najran

20 October 2026
Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan Houthi, dengan menegaskan komitmen terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan.
Internasional

Pakistan Tegaskan Komitmen Bela Kedaulatan Arab Saudi

20 October 2026
Putin Usul Trump dan Xi Jinping Bahas Perang Rusia-Ukraina
Internasional

Putin Usul Trump dan Xi Jinping Bahas Perang Rusia-Ukraina

19 October 2026
Kutu Busuk di Kabin Pesawat, Penerbangan Qantas dari Roma Batal
Internasional

Kutu Busuk di Kabin Pesawat, Penerbangan Qantas dari Roma Batal

18 October 2026
AFC Awards 2026: Daftar Nominasi Pemain hingga Pelatih
Internasional

Paus Leo Minta Putin Izinkan Evakuasi Warga Ukraina

17 October 2026
Next Post
Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini