Metapos.id, Jakarta – Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai rencana aksi gembok dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional yang digagas sejumlah asosiasi mitra berpotensi menjadi bumerang bagi para mitra program tersebut.
Menurut Jamiluddin, ancaman penghentian operasional dapur MBG justru dapat dimanfaatkan oleh kelompok yang sejak awal mengkritisi program tersebut. Terlebih, belakangan Program MBG juga diterpa berbagai persoalan, mulai dari kasus keracunan penerima manfaat hingga dugaan korupsi yang menyeret pejabat Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia mengatakan, kondisi itu berpotensi memperkuat dorongan agar pemerintah menghentikan Program MBG dan mengalihkan anggarannya ke sektor lain, seperti pendidikan dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Jamiluddin juga menilai apabila aksi mogok dapur dilakukan dalam waktu lama, pelaksanaan Program MBG akan terganggu sehingga memperbesar tuntutan agar program tersebut dihentikan.
Sebelumnya, Presidium Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) mengancam akan melakukan aksi gembok dapur secara nasional apabila pembenahan tata kelola program tidak diselesaikan hingga 17 Agustus 2026.
Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional Indonesia, Syawaludin Aweng, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk protes terhadap penghentian kerja sama yang dinilai dilakukan sepihak oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, para mitra telah sepakat menghentikan operasional dapur MBG di seluruh Indonesia apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.







