Metapos.id, Jakarta – Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan skema tarif baru Transjakarta berupa tiket langganan dan tarif berbasis waktu. Usulan tersebut muncul di tengah pembahasan rencana penyesuaian tarif agar masyarakat memiliki pilihan layanan yang lebih ekonomis dan fleksibel.
Ketua DTKJ DKI Jakarta, Sugi, mengatakan skema tiket langganan dirancang untuk mengurangi beban pengguna apabila pemerintah memutuskan menaikkan tarif Transjakarta. Menurutnya, sistem tersebut dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat yang rutin menggunakan transportasi umum setiap hari.
Dalam usulan tersebut, tersedia tiga pilihan paket langganan. Paket pertama dibanderol Rp45.000 untuk masa berlaku tujuh hari, paket kedua Rp90.000 untuk 14 hari, sedangkan paket bulanan ditawarkan seharga Rp200.000 dengan masa berlaku 30 hari.
Selain tiket langganan, DTKJ juga mengusulkan penerapan tarif berbasis waktu. Melalui skema ini, penumpang cukup membayar Rp5.000 untuk menggunakan seluruh layanan Transjakarta di wilayah DKI Jakarta selama tiga jam.
Dengan tarif tersebut, pengguna dapat berpindah koridor maupun jenis layanan, mulai dari BRT, non-BRT, hingga Mikrotrans, tanpa dikenakan biaya tambahan selama masih berada dalam batas waktu tiga jam. Skema ini berbeda dengan sistem saat ini yang menghitung tarif berdasarkan satu kali perjalanan.
Untuk layanan Transjabodetabek, DTKJ mengusulkan tarif sebesar Rp10.000 dengan masa berlaku yang sama, yakni tiga jam. Skema tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat yang bepergian dari dan menuju wilayah penyangga Jakarta.
Menurut Sugi, penerapan tiket langganan dan tarif berbasis waktu akan memberikan manfaat lebih besar apabila tarif Transjakarta mengalami penyesuaian. Ia menilai masyarakat tetap dapat menikmati layanan transportasi umum dengan biaya yang lebih efisien melalui pilihan paket yang tersedia.
DTKJ juga menilai evaluasi tarif sudah layak dilakukan mengingat tarif dasar Transjakarta sebesar Rp3.500 tidak berubah sejak 2005. Kehadiran skema baru diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, fleksibilitas, sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.







