Saturday, August 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penganiayaan PMI di Malaysia Jadi Sorotan, DPR Dorong Pendampingan dan Perlindungan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
16 June 2026
in Nasional
Penganiayaan PMI di Malaysia Jadi Sorotan, DPR Dorong Pendampingan dan Perlindungan

Metapos.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, meminta pemerintah meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban kekerasan di Malaysia.

Charles menilai respons pemerintah perlu dilakukan secara cepat dan terukur. Menurut dia, pendampingan hukum penting dilakukan, namun keselamatan korban dan proses pemulangan juga harus menjadi prioritas.

BACA JUGA

Dampak Kemarau Meningkat, BPBD Catat 140 Ribu Warga Bogor Alami Krisis Air

Polda Metro Siapkan Pengamanan Ketat untuk Zikir Kebangsaan HUT RI

Sementara itu, Komisi IX terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. Lembaga itu juga berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Di Malaysia, aparat setempat mulai menindaklanjuti laporan yang muncul. Sejumlah orang yang diduga terkait dengan kasus itu telah diamankan untuk proses pemeriksaan.

Kasus tersebut menjadi perhatian luas setelah rekaman dugaan tindakan kekerasan terhadap warga negara Indonesia tersebar di media sosial. Video itu memperlihatkan perlakuan yang diduga mengarah pada tindakan penganiayaan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, perwakilan Indonesia di Johor Bahru langsung melakukan koordinasi. Korban berinisial YY sebelumnya telah menyampaikan pengaduan melalui jalur pelaporan resmi.

Setelah itu, pihak konsulat menjalin komunikasi dengan kepolisian setempat. Tujuannya untuk mempercepat perlindungan dan penanganan terhadap para korban.

Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa aparat telah mengamankan empat orang untuk pemeriksaan awal. Namun, proses penyelidikan masih berlangsung guna memperoleh gambaran menyeluruh atas peristiwa tersebut.

Selain YY, dua korban lain berinisial YA dan SH juga melaporkan dugaan perlakuan serupa. Ketiganya menyebut kejadian itu terjadi dalam rentang akhir 2025 hingga awal 2026.

Usai peristiwa tersebut, para korban diketahui masih berada di wilayah Johor. Karena itu, pemerintah melalui perwakilan Indonesia di Malaysia terus memberikan pendampingan dan perlindungan.

Meski proses hukum masih berjalan, pemerintah tetap mengupayakan langkah pendampingan serta membuka peluang pemulangan korban secara aman ke Indonesia.

Tags: ART WNICharles HonorisDPRKemluMalaysiaMetapos.idPenganiayaan PMIPerlindungan WNIPMI
Previous Post

Ed Sheeran Ungkap Rencana Hiatus Setelah Tur Dunia Berakhir

Next Post

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial

Related Posts

Dampak Kemarau Meningkat, BPBD Catat 140 Ribu Warga Bogor Alami Krisis Air
Nasional

Dampak Kemarau Meningkat, BPBD Catat 140 Ribu Warga Bogor Alami Krisis Air

1 August 2026
Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026
Nasional

Polda Metro Siapkan Pengamanan Ketat untuk Zikir Kebangsaan HUT RI

1 August 2026
Chairul Tanjung: Hoegeng Awards 2026 Jadi Cermin Banyaknya Polisi Berdedikasi dan Berintegritas
Nasional

Chairul Tanjung: Hoegeng Awards 2026 Jadi Cermin Banyaknya Polisi Berdedikasi dan Berintegritas

1 August 2026
Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026
Nasional

Mulai September, Naik TransBandara Blok M–Soetta Bayar Rp15.000

1 August 2026
Putusan MK soal MBG Dinilai Jadi Momentum Pemerintah Benahi Program
Nasional

Putusan MK soal MBG Dinilai Jadi Momentum Pemerintah Benahi Program

1 August 2026
Resmi! Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Berlaku 1 Agustus 2026
Nasional

Resmi! Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Berlaku 1 Agustus 2026

1 August 2026
Next Post
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini