Metapos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto akan melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026) sore.
Agenda tersebut mencakup pengisian posisi baru di Badan Gizi Nasional (BGN). Di saat yang sama, Prabowo juga menunjuk Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden yang membidangi urusan ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa terdapat dua agenda penting dalam kegiatan pelantikan hari ini.
Salah satunya yakni pengukuhan jajaran pimpinan baru BGN. Pemerintah mengambil langkah tersebut setelah melakukan penyesuaian dalam struktur kepemimpinan lembaga tersebut.
Prasetyo menuturkan perubahan tersebut bertujuan mendukung efektivitas program-program BGN. Oleh sebab itu, pemerintah menempatkan figur baru untuk memperkuat pelaksanaan tugas lembaga.
Di sisi lain, Presiden juga akan mengangkat Said Iqbal ke posisi Penasihat Khusus Presiden. Nantinya, ia akan memberikan masukan terkait kebijakan ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan buruh.
Selain memperkuat sektor ketenagakerjaan, penunjukan tersebut juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap berbagai isu pekerja di Indonesia.
Berikut nama-nama pejabat yang dijadwalkan mengikuti pelantikan:
Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Jajaran baru tersebut menggantikan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya yang sebelumnya memimpin BGN.
Sebelumnya, pemerintah memberhentikan ketiganya setelah muncul dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tak hanya melantik pejabat, Prabowo juga dijadwalkan menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat.
Menurut Prasetyo, agenda penerimaan kredensial tersebut telah disusun sejak beberapa waktu lalu. Namun, pemerintah memutuskan menggabungkannya dengan agenda pelantikan agar pelaksanaan kegiatan lebih efektif.
Dengan demikian, aktivitas Presiden di Istana hari ini mencakup agenda pemerintahan sekaligus diplomasi. Sementara itu, pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat koordinasi nasional dan hubungan dengan negara mitra.






