Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah percakapan telepon. Informasi tersebut diungkap oleh Axios berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Menurut laporan tersebut, Trump menyampaikan kemarahannya terkait perkembangan konflik yang melibatkan Israel dan Lebanon. Ia disebut menilai respons militer Israel terhadap serangan yang terjadi belakangan ini sebagai tindakan yang tidak proporsional.
Axios melaporkan bahwa Trump menggunakan kata-kata keras saat berbicara dengan Netanyahu. Bahkan, sejumlah sumber menyebut Trump menuduh Netanyahu telah memperburuk citra Israel di mata publik internasional.
Ketegangan ini muncul di tengah meningkatnya serangan dari kelompok Hizbullah terhadap wilayah Israel dalam beberapa hari terakhir. Meski memahami ancaman yang dihadapi Israel, Trump dikabarkan tidak setuju dengan bentuk respons yang diberikan.
Sebelumnya, perwakilan Lebanon dan Israel sempat menggelar pembicaraan langsung di Washington pada 16 April 2026. Setelah pertemuan tersebut, Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak.
Namun, laporan menyebut situasi di lapangan masih jauh dari kondusif. Israel dikabarkan terus melancarkan operasi militer di sejumlah wilayah Lebanon selatan meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Hizbullah kembali melakukan operasi militer terhadap pasukan Israel. Ketegangan yang terus berlanjut memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan Teheran dapat menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat apabila aksi militer Israel di Lebanon terus berlanjut. Pernyataan itu menambah tekanan diplomatik di tengah upaya berbagai pihak untuk meredakan konflik regional.







