Metapos.id, Jakarta – Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan ke Gaza telah kembali ke Indonesia. Mereka mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (24/5/2026).
Kelompok tersebut terdiri atas empat jurnalis dan lima pegiat kemanusiaan. Mereka berpartisipasi dalam pelayaran bantuan internasional yang bertujuan membantu masyarakat Gaza.
Tidak hanya membawa bantuan, misi itu juga menjadi bentuk dukungan moral bagi warga yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Sebelum kembali ke Tanah Air, para relawan menjalani pemeriksaan medis di Istanbul, Turki, pada 21 Mei 2026. Selanjutnya, mereka bertolak menuju Indonesia.
Pemulangan para relawan berlangsung setelah serangkaian komunikasi dan koordinasi dilakukan oleh berbagai pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan sejak insiden pencegatan yang terjadi pada 18 Mei 2026.
Namun, beberapa relawan mengungkapkan pengalaman yang mereka alami selama berada dalam penahanan. Mereka menyebut adanya tekanan fisik maupun mental selama proses tersebut.
Oleh sebab itu, sejumlah lembaga dan komunitas internasional memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Mereka menilai perlindungan terhadap aspek kemanusiaan harus menjadi prioritas di tengah situasi konflik.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, hadir untuk menyambut kepulangan para relawan di Bandara Soekarno-Hatta. Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattir, turut hadir dalam penyambutan tersebut.
Kehadiran kedua tokoh tersebut mencerminkan dukungan terhadap upaya kemanusiaan yang dilakukan para relawan. Selain itu, mereka juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi para peserta misi.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada warga negara yang berada di kawasan konflik. Sementara itu, pemerintah juga terus mendukung berbagai upaya diplomatik untuk mewujudkan perdamaian di Gaza.







