Metapos.id, Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan harga bensin yang tinggi di negaranya tidak akan membuat Washington memberikan konsesi kepada Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio dalam wawancara bersama stasiun televisi NBC News di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Rubio mengatakan Iran tidak bisa memanfaatkan situasi politik domestik Amerika Serikat untuk menekan Presiden Donald Trump menerima kesepakatan yang dianggap merugikan.
“Jika Iran berpikir mereka bisa memanfaatkan politik domestik kami untuk menekan Presiden agar menerima kesepakatan yang buruk, itu tidak akan terjadi,” kata Rubio dikutip dari RIA Novosti.
Ia menambahkan pemerintah AS telah mengambil langkah besar untuk menjaga harga bensin tetap lebih rendah dibandingkan sejumlah wilayah lain di dunia.
Menurut data American Automobile Association (AAA), harga rata-rata bensin di Amerika Serikat pada 14 Mei mencapai 4,53 dolar AS per galon atau sekitar Rp79.600.
Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali meningkat setelah serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari yang memicu korban sipil dan kerusakan.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, namun pembicaraan lanjutan belum menghasilkan keputusan yang jelas.
Situasi konflik tersebut turut berdampak pada jalur pelayaran Selat Hormuz yang menjadi rute utama pengiriman minyak dunia sehingga memicu kenaikan harga BBM global.







