Metapos.id, Jakarta – PPIH Arab Saudi mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk mewaspadai berbagai modus penipuan. Salah satunya terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.
Selain itu, penipuan kerap dilakukan dengan mengatasnamakan masalah pada kartu Nusuk. Pelaku biasanya mengirimkan tautan mencurigakan melalui WhatsApp kepada jemaah.
Menurut Kepala Bidang Media Center Haji, Ichsan Marsha, jemaah diminta tidak mudah percaya. Ia menegaskan agar jemaah tidak mengklik link yang tidak jelas asal-usulnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa akses ke Raudhah hanya melalui jalur resmi. Sistem yang digunakan adalah barcode melalui skema tasrih atau aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri.
Sementara itu, Kepala Daker Madinah Khalilurrahman menegaskan layanan tersebut tidak dipungut biaya. Jemaah diminta segera melapor jika ada pihak yang meminta bayaran.
Di sisi lain, pihak PPIH juga menemukan adanya oknum yang menyamar sebagai petugas. Praktik pungutan liar ini dipastikan tidak akan ditoleransi dalam pelaksanaan ibadah haji.
Menurut data terbaru, akses Raudhah terus diatur secara terjadwal. Hingga 28 April 2026, lebih dari 25 ribu jemaah telah mendapatkan izin melalui sistem tasrih.
Ke depan, PPIH memastikan pelayanan akan terus ditingkatkan. Jemaah diharapkan tetap waspada agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman tanpa menjadi korban penipuan.







