Metepos.id, Jakarta – Anggota Danang Wicaksana Sulistya meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi segera melakukan penyelidikan atas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Ia menilai langkah cepat dibutuhkan untuk mengetahui penyebab utama insiden tersebut.
Selain itu, ia menegaskan penyelidikan dapat menjadi langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Karena itu, proses pemeriksaan harus berlangsung menyeluruh dan terbuka.
Danang menyebut tim investigasi perlu menelusuri seluruh kemungkinan penyebab. Mulai dari gangguan teknis, kelalaian petugas, hingga kendala di perlintasan sebidang.
Ia juga menyampaikan Komisi V DPR akan terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui hasil penanganan secara jelas.
Di sisi lain, Danang mendorong operator kereta dan otoritas transportasi memperkuat standar keselamatan. Perhatian utama perlu diarahkan ke titik rawan kecelakaan.
Menurutnya, evaluasi harus mencakup sistem pengamanan, pemanfaatan teknologi, serta kesiapan petugas di lapangan. Selain itu, masyarakat diminta menaati aturan saat melintas di sekitar jalur kereta.
Ia berharap hasil penyelidikan nantinya menjadi pijakan untuk membenahi sistem perkeretaapian nasional. Karena itu, semua pihak diminta bergerak cepat.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi pada Senin malam, 27 April 2026. Bagian belakang KRL Commuterline dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah diduga tertabrak Argo Bromo Anggrek.







