Thursday, September 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penutupan Selat Hormuz Picu Ancaman Krisis Energi Dunia

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
9 March 2026
in Internasional
Penutupan Selat Hormuz Picu Ancaman Krisis Energi Dunia

Metapos.id, Jakarta – Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah jalur strategis tersebut dilaporkan ditutup secara sepihak oleh Iran.

Langkah ini disebut sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Amerika Serikat dan Israel, sekaligus mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

BACA JUGA

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

Selat yang memiliki lebar sekitar 50 kilometer dan menyempit hingga sekitar 30 kilometer di beberapa titik itu merupakan satu-satunya jalur pelayaran dari Teluk Persia menuju perairan internasional.

Penutupan jalur ini dilaporkan membuat sekitar 200 kapal tanker tertahan, sementara aktivitas pelayaran di kawasan Teluk Persia menurun hingga sekitar 80 persen sejak awal Maret.

Sebagai salah satu jalur energi terpenting di dunia, Selat Hormuz menjadi lintasan utama pengiriman minyak mentah dan gas alam global. Sekitar 20 hingga 30 persen pasokan energi dunia setara dengan kurang lebih 20 juta barel minyak per hari melewati selat tersebut. Gangguan di jalur ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dan potensi dampaknya terhadap ekonomi global.

Sejumlah analis menilai, apabila penutupan berlangsung dalam waktu lama, harga minyak mentah dunia berpotensi melonjak tajam.

Kenaikan harga energi ini dapat memicu tekanan inflasi serta memperlambat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.

Negara-negara pengimpor energi utama seperti Tiongkok, Jepang, dan India, serta sejumlah negara di Eropa kini memantau perkembangan situasi secara ketat. Mereka juga mulai mempertimbangkan jalur alternatif dan memanfaatkan cadangan energi untuk mengurangi potensi dampak gangguan distribusi.

Di sisi lain, Indonesia sebagai negara pengimpor energi turut meningkatkan pengawasan terhadap pasokan minyak dan gas nasional. Pemerintah juga mendorong diversifikasi sumber energi dan jalur distribusi guna memastikan kebutuhan energi domestik tetap terpenuhi.

Sementara itu, OPEC bersama sejumlah lembaga internasional dilaporkan tengah melakukan koordinasi darurat guna menilai dampak jangka pendek terhadap pasar energi global serta menyiapkan langkah mitigasi yang diperlukan.

Perkembangan di Selat Hormuz kembali menegaskan betapa pentingnya keamanan jalur perdagangan energi dunia, sekaligus menunjukkan kerentanan ekonomi global terhadap gejolak geopolitik di kawasan strategis.

Tags: DitutupGeopolitikIranJalur energijalur strategiskebijakan AmerikaKeteganganMetapos.idprotesSelat HormuzTimur Tengah
Previous Post

Takbiran dan Nyepi Berpotensi Bertepatan, Kemenag Siapkan Aturan di Bali

Next Post

Pemahaman dan Ketentuan Zakat Fitrah 1447 H / 2026 M

Related Posts

Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.
Internasional

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

9 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Internasional

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

8 September 2026
Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya
Internasional

Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya

8 September 2026
Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Next Post
Pemahaman dan Ketentuan Zakat Fitrah 1447 H / 2026 M

Pemahaman dan Ketentuan Zakat Fitrah 1447 H / 2026 M

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini