Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 March 2026
in Internasional
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Metapos.id, Jakarta – Informasi yang beredar di media sosial mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, kembali menjadi perbincangan publik. Sejumlah unggahan menyebutkan bahwa Khamenei masih hidup dan kabar kematiannya hanyalah bagian dari strategi politik yang sengaja disebarkan.

Narasi tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam spekulasi dari warganet. Dalam beberapa unggahan bahkan disertakan video yang menampilkan seorang pria yang membantah kabar wafatnya Khamenei. Dalam video itu disebutkan bahwa Iran tidak mungkin mengorbankan pemimpin tertingginya sehingga muncul pertanyaan mengenai kebenaran informasi yang beredar.

BACA JUGA

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

Namun setelah dilakukan penelusuran dari berbagai sumber informasi internasional yang kredibel, klaim yang menyebut Khamenei masih hidup tidak memiliki dasar yang kuat. Hingga saat ini tidak ada bukti valid yang mendukung narasi tersebut.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa Khamenei dilaporkan meninggal dunia setelah terjadi serangan udara pada 28 Februari 2026 yang menargetkan kediaman resminya di Iran. Serangan tersebut dilaporkan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Serangan itu disebut melibatkan militer Israel dan Amerika Serikat yang dalam beberapa waktu terakhir terlibat dalam eskalasi konflik dengan Iran. Berdasarkan citra satelit yang beredar, lokasi yang menjadi sasaran serangan mengalami kerusakan cukup parah.

Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemimpin tertinggi negara tersebut. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menyampaikan kecaman keras terhadap serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang dapat memperburuk stabilitas kawasan.

Selain menetapkan masa berkabung selama 40 hari, pemerintah Iran juga mengumumkan tujuh hari libur nasional. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan duka atas wafatnya pemimpin yang telah memimpin Iran selama beberapa dekade.

Setelah kabar kematian Khamenei menyebar, ribuan warga dilaporkan memadati sejumlah ruas jalan di ibu kota Teheran.

Mereka berkumpul untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memprotes serangan yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.

Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain seperti Shiraz, Yasuj, serta wilayah Lorestan, di mana masyarakat melakukan demonstrasi dan mengecam serangan tersebut.

Informasi yang menyebutkan bahwa Ali Khamenei masih hidup tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Berdasarkan berbagai laporan yang beredar, pemimpin tertinggi Iran tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah serangan udara pada 28 Februari 2026.

Saat ini Iran tengah menjalani masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya tokoh penting negara tersebut.

Tags: Ali KhameneiBerkabungIsrael Amerikakerusakan parahMasoud Pezeshkianmedia sosialMengecam kerasMetapos.idSeranganWafat
Previous Post

Stok BBM Indonesia Disebut Hanya Tahan 21 Hari, DPR Buka Penjelasan Sebenarnya

Next Post

Prabowo Undang Ulama ke Istana, Bahas Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.
Internasional

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

2 September 2026
Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.
Internasional

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

2 September 2026
Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk memperkuat kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.
Internasional

Turki, Pakistan, Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

2 September 2026
Next Post
Prabowo Undang Ulama ke Istana, Bahas Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia

Prabowo Undang Ulama ke Istana, Bahas Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini