Metapos.id, Jakarta – Nama Esmail Qaani kembali menjadi perhatian publik setelah meningkatnya ketegangan dan serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Dalam sejumlah laporan, serangan tersebut disebut menewaskan beberapa pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Di tengah situasi tersebut, Qaani disebut sebagai salah satu tokoh penting yang dilaporkan selamat. Ia dikenal sebagai komandan Pasukan Quds, unit operasi luar negeri elit dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Pasukan Quds memiliki peran penting dalam menjalankan operasi dan membangun jaringan sekutu Iran di kawasan Timur Tengah.
Jaringan ini kerap disebut sebagai “Poros Perlawanan”, yang terdiri dari berbagai kelompok sekutu Iran di sejumlah negara kawasan.
Namun, posisi Qaani juga memunculkan berbagai spekulasi di dalam negeri. Ia sempat dituduh terlibat dalam aktivitas spionase, meski tuduhan tersebut hingga kini belum pernah dibuktikan secara resmi.
Bantahan Terkait Isu Mata-mata
Badan intelijen Israel, Mossad, membantah tuduhan bahwa Qaani merupakan bagian dari jaringan mereka. Dalam pernyataan yang dikutip media Turki En.Haberler, Mossad menegaskan bahwa komandan Pasukan Quds tersebut bukanlah agen intelijen Israel.
Pernyataan tersebut muncul di tengah berbagai spekulasi yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir mengenai kemungkinan Qaani membelot. Meski demikian, rumor tersebut tetap memicu berbagai penyelidikan terhadap dirinya.
Qaani yang kini berusia 67 tahun ditunjuk sebagai komandan Pasukan Quds setelah pendahulunya, Qasem Soleimani, tewas dalam serangan militer Amerika Serikat di Baghdad pada 2020.
Selama masa kepemimpinannya, sejumlah tokoh penting yang terkait dengan jaringan sekutu Iran di kawasan dilaporkan tewas. Di antaranya pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, serta pemimpinHezbollah, Hassan Nasrallah.
Pernah dikabarkan tewas
Nama Qaani juga beberapa kali muncul dalam laporan yang menyebut dirinya tewas dalam serangan militer. Salah satunya saat konflik antara Iran dan Israel pada 2025.
Namun laporan tersebut kemudian terbantahkan setelah ia kembali muncul di hadapan publik di Teheran pada pertengahan 2025 dalam kondisi sehat.
Peristiwa serupa juga terjadi pada 2024 ketika sejumlah laporan menyebut dirinya tewas. Tak lama setelah itu, Qaani kembali muncul dalam siaran televisi pemerintah Iran.
Muncul Spekulasi Penangkapan
Sementara itu, media The National melaporkan adanya spekulasi di media sosial yang menyebut Qaani telah ditangkap, diinterogasi, bahkan dieksekusi oleh pihak internal Iran.
Beberapa akun di platform X mengklaim bahwa Qaani sempat ditahan oleh Garda Revolusi Iran karena dicurigai memiliki hubungan dengan Mossad.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun dari IRGC yang mengonfirmasi kabar tersebut.














