Metapos.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, hingga Februari 2026 sebanyak 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berdiri dan tersebar merata di berbagai daerah di Indonesia, dari wilayah barat hingga timur Nusantara.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pembangunan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan melalui skema kemitraan. Skema ini dinilai efektif dalam mempercepat realisasi program sekaligus mempermudah proses pembangunan fasilitas di lapangan.
Dalam skema tersebut, setiap SPPG mendapatkan insentif sebesar Rp 6 juta per hari atau setara dengan Rp 144 juta per bulan. Dadan menilai kebijakan ini lebih efisien secara anggaran dibandingkan jika seluruh fasilitas harus dibangun dan dikelola langsung oleh pemerintah.
Ia menegaskan bahwa aspek waktu menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program MBG.
Menurutnya, percepatan pembangunan serta penguatan kolaborasi lintas pihak merupakan strategi utama untuk memastikan target nasional dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
Dadan juga mengingatkan bahwa keterlambatan pelaksanaan program berpotensi mengurangi dampak dan manfaat yang seharusnya dirasakan masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah terus memprioritaskan penguatan kemitraan dan percepatan pembangunan SPPG sebagai bagian dari strategi implementasi program pemenuhan gizi nasional.













