Metapos.id, Jakarta – Pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) turut menyorot besaran harta kekayaannya. Keputusan mundur tersebut diambil di tengah tekanan pasar saham, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan selama beberapa hari terakhir.
IHSG tercatat merosot dari posisi tertingginya di kisaran 9.000-an pada pertengahan Januari menjadi berada di level 8.000-an pada akhir Januari 2026. Iman menegaskan, langkah mundur yang diambilnya merupakan bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang terjadi.
“Saya sebagai Direktur Utama, dan sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2019, Iman Rachman tercatat memiliki total kekayaan lebih dari Rp28 miliar. Harta tersebut berasal dari kepemilikan aset properti, kendaraan, hingga simpanan kas.
Dalam laporan tersebut, aset tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp13,6 miliar. Aset ini tersebar di sejumlah wilayah, seperti Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan, yang sebagian merupakan hasil sendiri dan sebagian lainnya berasal dari warisan.
Selain itu, Iman juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp1,63 miliar, yang terdiri dari beberapa kendaraan, antara lain Mercedes-Benz CLA 200 tahun 2016, Jeep Wrangler tahun 2011, serta Honda CR-V tahun 2019.
Iman Rachman juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp1 miliar, surat berharga sebesar Rp607 juta, serta kas dan setara kas yang mencapai lebih dari Rp13,5 miliar. Adapun harta lainnya tercatat senilai Rp678 juta.
Dengan total aset sebesar Rp31,06 miliar dan kewajiban berupa utang sekitar Rp3,02 miliar, kekayaan bersih Iman Rachman tetap berada di kisaran puluhan miliar rupiah, sebagaimana tercantum dalam laporan resminya.













