Metapos.id, Jakarta – Pemerintah China meminta Amerika Serikat (AS) menghentikan upaya menjadikan China sebagai dalih untuk mengakuisisi Greenland. Permintaan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri China menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali mengaitkan isu keamanan Greenland dengan China.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa AS tidak seharusnya menggunakan narasi “ancaman China” demi kepentingan sepihak. “Kami mendesak AS untuk berhenti menggunakan apa yang disebut ancaman China sebagai alasan untuk mencari keuntungan pribadi,” ujar Guo Jiakun.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Denmark dinilai tidak mampu menjamin keamanan Greenland dari potensi pengaruh Rusia maupun China. Menurut Trump, penguasaan Greenland diperlukan AS demi kepentingan keamanan nasional agar Rusia dan China tidak memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut.
Menanggapi hal itu, Guo Jiakun menegaskan bahwa China telah berulang kali menyampaikan sikapnya terkait Greenland. Ia menekankan bahwa hukum internasional yang berlandaskan tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan fondasi tatanan internasional dan harus dihormati oleh semua pihak.
Trump juga menyoroti keberadaan Sirius Dog Sled Patrol, unit militer khusus Denmark yang menjaga Greenland. Ia menilai kekuatan tersebut tidak memadai untuk menghadapi tantangan keamanan di kawasan Arktik.
Di sisi lain, Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, yang akan mulai berlaku pada 1 Februari. Ia juga menyatakan tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni mendatang sebagai respons atas penolakan negara-negara tersebut terhadap kendali AS atas Greenland.
Menyusul pengumuman tersebut, delapan negara Eropa itu mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu yang mengecam ancaman AS. Mereka juga menegaskan kembali komitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Arktik.













