Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pengacara Nadiem Ancam Laporkan Hakim soal Rekaman Sidang

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
19 January 2026
in Nasional
Pengacara Nadiem Ancam Laporkan Hakim soal Rekaman Sidang

Metapos.id, Jakarta — Tim kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyatakan keberatan atas larangan perekaman sidang dari meja terdakwa. Atas keputusan tersebut, penasihat hukum Nadiem bahkan mengancam akan melaporkan majelis hakim.

Peristiwa itu terjadi dalam sidang perkara Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/1/2026). Salah satu penasihat hukum, Ari Yusuf, memprotes keputusan majelis hakim yang dipimpin Purwanto S. Abdullah yang melarang perekaman video menggunakan ponsel yang diletakkan di meja tim pengacara.
Keberatan tersebut muncul setelah Jaksa Penuntut Umum mempertanyakan keberadaan ponsel di hadapan penasihat hukum. Ketua majelis hakim kemudian mengingatkan bahwa pada sidang sebelumnya telah disampaikan larangan merekam jalannya persidangan dari meja terdakwa.

BACA JUGA

ASABRI Hadir di Timika, Perkuat Literasi Keuangan Prajurit

Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus

Purwanto menegaskan, apabila perekaman tetap dilakukan, perangkat harus ditempatkan di bagian belakang ruang sidang. Menurutnya, persidangan harus difokuskan pada pemeriksaan saksi dan proses pembuktian sehingga perekaman audio visual dari meja terdakwa tidak diperkenankan.

Meski demikian, majelis hakim masih mengizinkan perekaman suara. Sementara perekaman video tetap diperbolehkan sepanjang dilakukan dari barisan pengunjung sidang, bukan dari area terdakwa maupun penasihat hukum.

Ari Yusuf menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Ia menegaskan bahwa rekaman video dibutuhkan sebagai dokumentasi untuk kepentingan pembelaan, termasuk pada proses hukum lanjutan seperti banding. Ari juga menekankan bahwa perekaman itu tidak dimaksudkan untuk disiarkan secara langsung.

Namun, majelis hakim tetap pada keputusannya dengan merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2020 tentang Protokol Persidangan dan Keamanan. Aturan tersebut, menurut hakim, mengatur tata cara dan posisi pengambilan gambar selama persidangan berlangsung.

Menanggapi keputusan tersebut, Ari Yusuf menyatakan akan mencatat keberatan dalam berita acara persidangan dan berencana melaporkan majelis hakim karena dinilai melanggar hak penasihat hukum. Hakim Purwanto pun mempersilakan langkah tersebut sebagai bagian dari hak hukum pihak pengacara.

Setelah ponsel dan tripod dipindahkan ke bagian belakang ruang sidang, persidangan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Tags: keberatanKuasa hukummajelis hakimmelaporkanMetapos.idNadiem Makarimperekaman
Previous Post

BSI Puncaki Peringkat ESG Bank Syariah Global Versi Bloomberg

Next Post

Harga Emas Antam Naik Tajam pada 19 Januari 2026, Sentuh Rp2,7 Juta per Gram

Related Posts

ASABRI hadir di Timika, Papua Tengah, untuk memberikan edukasi manfaat program sekaligus literasi keuangan bagi prajurit TNI.
Nasional

ASABRI Hadir di Timika, Perkuat Literasi Keuangan Prajurit

4 September 2026
Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus
Nasional

Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus

4 September 2026
BGN Dapat Anggaran Rp240 T, Ke Mana Dana Akan Mengalir?
Nasional

BGN Dapat Anggaran Rp240 T, Ke Mana Dana Akan Mengalir?

4 September 2026
Usai Makan MBG, 256 Siswa SMPN Jombang Diduga Keracunan
Nasional

Usai Makan MBG, 256 Siswa SMPN Jombang Diduga Keracunan

4 September 2026
Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka, Siapkan 50 Ribu Kuota
Nasional

Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka, Siapkan 50 Ribu Kuota

4 September 2026
Kemensos menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN yang sempat signifikan setelah masuknya 12 juta data baru dari BKKBN.
Nasional

Kemensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Berubah

4 September 2026
Next Post
Milan Pertimbangkan Pulangkan Camarda, Perpanjangan Kontrak Maignan Semakin Dekat

Harga Emas Antam Naik Tajam pada 19 Januari 2026, Sentuh Rp2,7 Juta per Gram

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini