Metapos.id, Jakarta – Hubungan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Brussels menyiapkan langkah balasan berupa pengenaan tarif terhadap produk asal AS. Nilai tarif yang dipertimbangkan mencapai 93 miliar euro atau sekitar Rp1.500 triliun.
Langkah tersebut dipandang sebagai respons langsung atas ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana mengenakan tarif tinggi terhadap produk Eropa. Ancaman itu berkaitan dengan ambisi Trump untuk mengambil alih Greenland.
Berdasarkan laporan Financial Times, rencana Uni Eropa tidak hanya terbatas pada tarif balasan. Blok tersebut juga membuka kemungkinan pembatasan akses perusahaan-perusahaan Amerika ke pasar tunggal Uni Eropa.
Strategi ini disiapkan untuk memperkuat posisi tawar para pemimpin Eropa menjelang pertemuan dengan Donald Trump dalam Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum di Davos pada pekan depan.
Dalam pertemuan tingkat tinggi yang digelar pada Minggu, para perwakilan negara anggota Uni Eropa membahas kembali daftar tarif yang sebenarnya telah disusun sejak tahun lalu. Selain itu, Uni Eropa juga mulai mempertimbangkan penggunaan instrumen antikoersi, yaitu perangkat hukum baru yang memungkinkan pembatasan akses pasar bagi negara yang dinilai melakukan tekanan ekonomi.
Ancaman Tarif dari Washington
Ketegangan meningkat setelah Donald Trump menyampaikan pernyataan keras melalui media sosial pada Sabtu. Ia menyebut Amerika Serikat akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa yang dinilai menghalangi rencananya terkait Greenland.
Negara-negara tersebut meliputi Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris. Trump bahkan mengancam akan menaikkan tarif hingga 25 persen mulai 1 Juni apabila kesepakatan mengenai pengambilalihan penuh Greenland tidak tercapai.
Menanggapi ancaman tersebut, delapan negara yang menjadi sasaran AS mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap Denmark dan Greenland, serta menyatakan bahwa kedaulatan wilayah tidak dapat diganggu melalui tekanan ekonomi.
Uni Eropa sempat menunda penerapan langkah balasan hingga 6 Februari dengan harapan situasi dapat mereda. Namun, sikap keras Washington membuat Brussels bersiap menghadapi skenario terburuk.
Diplomasi Menjelang Davos
Donald Trump dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Rabu dan Kamis. Dalam agenda tersebut, ia diperkirakan akan menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Pertemuan ini dipandang sebagai titik krusial yang akan menentukan arah hubungan dagang Uni Eropa dan Amerika Serikat, apakah akan berujung pada eskalasi perang dagang atau justru membuka ruang kompromi melalui jalur diplomasi.













