Wednesday, November 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

BI: Kebijakan Ekonomi AS Tingkatkan Ketidakpastian Pasar Global

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
7 February 2025
in Ekbis
Berkanjutnya Surplus Neraca Perdagangan Diyakini BI Perkuat Ketahanan Ekonomi

Jakarta, Metapos.id – Bank Indonesia (BI) menilai kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) berpotensi meningkatkan inflasi di negara tersebut sehingga menambah ketidakpastian di pasar global.

“Jadi kebijakan yang sama-sama kita ketahui terkait dengan tarif. Tarif ini tentunya akan membuat inflasi Amerika Serikat yang tadi dari sisi demand, yang dari sisi permintaan juga akan semakin tinggi, dari sisi tarif juga akan membuat inflasi Amerika Serikat lebih tinggi,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya dalam Pelatihan Wartawan BI, Jumat, 7 Februari.

BACA JUGA

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti

KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Juli menyampaikan kedua yaitu terkait kebijakan pemotongan tarif pajak korporasi turut berperan mendorong permintaan domestik, yang pada akhirnya memicu inflasi lebih tinggi meskipun mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, insentif pajak tersebut juga berimplikasi pada meningkatnya defisit fiskal AS, sehingga membutuhkan pembiayaan lebih besar.

Di mana defisit yang meningkat akan menyebabkan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Jadi ini juga akan berpengaruh terhadap kenaikan yield dolar AS karena kenaikan defisitnya,” jelasnya.

Juli menyampaikan yang ketiga yaitu terkait, kebijakan deportasi atau pengetatan terhadap tenaga kerja ilegal, diperkirakan akan memperketat pasar tenaga kerja di AS, yang juga berpotensi menaikkan tingkat inflasi.

Juli menyatakan bahwa kebijakan tarif, kebijakan pajak, dan kebijakan tenaga kerja dapat menyebabkan ketidakpastian di pasar global.

Hal ini berdampak pada beberapa hal, antara lain inflasi yang lebih tinggi dan ekspektasi penurunan Federal Fund Rate (FFR) yang berbeda-beda, sehingga proses penurunan tersebut akan lebih lambat dari perkiraan semula.

Juli menyampaikan inflasi yang lebih tinggi disebabkan oleh faktor demand dan kenaikan harga yang dipengaruhi oleh kebijakan tarif. Selain itu, kebijakan pajak juga berdampak pada defisit fiskal dan yield, yang menyebabkan imbal hasil di AS lebih menarik, sehingga menambah ketidakpastian di pasar global.

Tags: Bank IndonesiaMetapos.id
Previous Post

Kementerian ESDM Mau Kebut Proyek Pipa Gas Cisem dan Dumai-Sei Mangkei

Next Post

KCIC: Volume Penumpang Whoosh Sudah Tembus 7,8 Juta Orang

Related Posts

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti
Ekbis

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti

4 November 2026
KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
Ekbis

KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

3 November 2026
Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak
Ekbis

Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak

3 November 2026
Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia
Ekbis

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

2 November 2026
Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind
Ekbis

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind

2 November 2026
Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor
Ekbis

Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor

2 November 2026
Next Post
Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung Dihiasi Motif Khas Budaya Indonesia

KCIC: Volume Penumpang Whoosh Sudah Tembus 7,8 Juta Orang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini