Sunday, September 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

BI: Kebijakan Ekonomi AS Tingkatkan Ketidakpastian Pasar Global

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
7 February 2025
in Ekbis
Berkanjutnya Surplus Neraca Perdagangan Diyakini BI Perkuat Ketahanan Ekonomi

Jakarta, Metapos.id – Bank Indonesia (BI) menilai kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) berpotensi meningkatkan inflasi di negara tersebut sehingga menambah ketidakpastian di pasar global.

“Jadi kebijakan yang sama-sama kita ketahui terkait dengan tarif. Tarif ini tentunya akan membuat inflasi Amerika Serikat yang tadi dari sisi demand, yang dari sisi permintaan juga akan semakin tinggi, dari sisi tarif juga akan membuat inflasi Amerika Serikat lebih tinggi,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya dalam Pelatihan Wartawan BI, Jumat, 7 Februari.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

Juli menyampaikan kedua yaitu terkait kebijakan pemotongan tarif pajak korporasi turut berperan mendorong permintaan domestik, yang pada akhirnya memicu inflasi lebih tinggi meskipun mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, insentif pajak tersebut juga berimplikasi pada meningkatnya defisit fiskal AS, sehingga membutuhkan pembiayaan lebih besar.

Di mana defisit yang meningkat akan menyebabkan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Jadi ini juga akan berpengaruh terhadap kenaikan yield dolar AS karena kenaikan defisitnya,” jelasnya.

Juli menyampaikan yang ketiga yaitu terkait, kebijakan deportasi atau pengetatan terhadap tenaga kerja ilegal, diperkirakan akan memperketat pasar tenaga kerja di AS, yang juga berpotensi menaikkan tingkat inflasi.

Juli menyatakan bahwa kebijakan tarif, kebijakan pajak, dan kebijakan tenaga kerja dapat menyebabkan ketidakpastian di pasar global.

Hal ini berdampak pada beberapa hal, antara lain inflasi yang lebih tinggi dan ekspektasi penurunan Federal Fund Rate (FFR) yang berbeda-beda, sehingga proses penurunan tersebut akan lebih lambat dari perkiraan semula.

Juli menyampaikan inflasi yang lebih tinggi disebabkan oleh faktor demand dan kenaikan harga yang dipengaruhi oleh kebijakan tarif. Selain itu, kebijakan pajak juga berdampak pada defisit fiskal dan yield, yang menyebabkan imbal hasil di AS lebih menarik, sehingga menambah ketidakpastian di pasar global.

Tags: Bank IndonesiaMetapos.id
Previous Post

Kementerian ESDM Mau Kebut Proyek Pipa Gas Cisem dan Dumai-Sei Mangkei

Next Post

KCIC: Volume Penumpang Whoosh Sudah Tembus 7,8 Juta Orang

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung Dihiasi Motif Khas Budaya Indonesia

KCIC: Volume Penumpang Whoosh Sudah Tembus 7,8 Juta Orang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini