Tuesday, June 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

4.401 Huntara di Aceh Telah Selesai Dibangun, Pemulihan Pascabencana Terus Dipercepat

metaposmedia by metaposmedia
6 February 2026
in Nasional
4.401 Huntara di Aceh Telah Selesai Dibangun, Pemulihan Pascabencana Terus Dipercepat

Metapos.id, Jakarta – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh mencatat pembangunan hunian sementara (huntara) pascabencana telah mencapai 4.401 unit di seluruh wilayah Aceh. Pembangunan tersebut dilakukan pemerintah bersama para pemangku kepentingan dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota terdampak.

Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA menyebutkan Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah huntara terbanyak, yakni 1.015 unit. Disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 1.000 unit, Kabupaten Gayo Lues 530 unit, Kabupaten Aceh Timur 529 unit, dan Kabupaten Bener Meriah 455 unit. Selanjutnya, Kabupaten Pidie Jaya 410 unit, Kabupaten Aceh Tengah 300 unit, Kabupaten Nagan Raya 70 unit, Kota Lhokseumawe 50 unit, Kota Langsa 30 unit, serta Kabupaten Pidie 12 unit.

BACA JUGA

Prabowo Tetapkan UU Polri Baru, Masa Dinas dan Penempatan Anggota Disesuaikan

Menteri ESDM Beberkan Penyebab Gangguan Kelistrikan di Sejumlah Daerah

Safrizal menjelaskan, capaian tersebut setara dengan sekitar 26 persen dari total kebutuhan huntara sebanyak 15.956 unit yang sedang dan akan terus dibangun. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan proses pembangunan akan terus dikawal hingga seluruh target terpenuhi.

“Pembangunan huntara telah rampung sebanyak 4.401 unit. Kami akan terus kebut dan percepat agar seluruh target tercapai,” ujar Safrizal di Banda Aceh, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, percepatan pembangunan huntara berdampak langsung pada penurunan jumlah pengungsi yang sebelumnya menempati tenda darurat. Berdasarkan laporan Posko Transisi, jumlah pengungsi di Aceh terus mengalami penurunan signifikan. Saat ini tercatat masih terdapat 74.120 jiwa atau 19.019 kepala keluarga yang tersebar di 986 titik pengungsian pada 10 kabupaten/kota.

Dari sisi pemulihan ekonomi, Safrizal menyampaikan aktivitas masyarakat mulai kembali bergerak. Sebanyak 465 pasar rakyat di Aceh telah kembali beroperasi dan membantu menghidupkan roda perekonomian. Selain itu, 641 rumah ibadah juga telah difungsikan kembali sebagai bagian dari pemulihan kehidupan sosial dan keagamaan warga.

Pada sektor pembersihan lumpur, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penanganan di 129 dari total 235 lokasi sasaran di Aceh. Sementara itu, 106 lokasi lainnya masih dalam proses. Upaya ini menjadi langkah penting untuk memulihkan kawasan permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi, termasuk Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang kini sudah dapat digunakan kembali.

Di bidang kesehatan, Safrizal memastikan seluruh fasilitas kesehatan terdampak bencana tetap beroperasi. Tercatat 146 fasilitas kesehatan di Aceh terdampak, dengan dua puskesmas memberikan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.

Sektor pendidikan juga terdampak dengan total 1.204 fasilitas pendidikan, namun proses belajar mengajar tetap diupayakan berjalan. Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi terus digenjot. Hingga kini, 614 sumur bor telah selesai dibangun, satu unit masih dalam pengerjaan, dan empat unit dalam tahap persiapan.

Untuk fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), sebanyak 46 unit telah rampung, sedangkan 26 unit lainnya masih dalam proses pembangunan guna menjaga kesehatan lingkungan masyarakat terdampak.

“Semoga seluruh proses ini dimudahkan. InsyaAllah menjelang Ramadan progres pemulihan akan terus menunjukkan peningkatan yang signifikan,” tutup Safrizal.

Tags: huntara acehkasatgaswil acehpemulihan pascabencana acehrehabilitasi dan rekonstruksi acehsafirzal za
Previous Post

Hentikan Bansos bagi 3,9 Juta Warga, Dialihkan ke Program Usaha Produktif

Next Post

Film Aksi Netflix “Tygo” yang Dibintangi Lisa BLACKPINK Jalani Syuting di Berbagai Wilayah Indonesia

Related Posts

Prabowo Tetapkan UU Polri Baru, Masa Dinas dan Penempatan Anggota Disesuaikan
Nasional

Prabowo Tetapkan UU Polri Baru, Masa Dinas dan Penempatan Anggota Disesuaikan

23 June 2026
Menteri ESDM Beberkan Penyebab Gangguan Kelistrikan di Sejumlah Daerah
Nasional

Menteri ESDM Beberkan Penyebab Gangguan Kelistrikan di Sejumlah Daerah

23 June 2026
Roy Suryo–Dokter Tifa Dapat Penangguhan Penahanan, Wajib Lapor Ditetapkan
Nasional

Roy Suryo–Dokter Tifa Dapat Penangguhan Penahanan, Wajib Lapor Ditetapkan

23 June 2026
Fenomena Remaja Hidup Layaknya Anjing dan Kucing Viral di Media Sosial
Nasional

Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi, Akses ke Jakarta International Stadium Makin Mudah

23 June 2026
Fenomena Remaja Hidup Layaknya Anjing dan Kucing Viral di Media Sosial
Nasional

Beruang Madu Masuk Permukiman Warga, BBKSDA Riau Lakukan Evakuasi

23 June 2026
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Nasional

Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

22 June 2026
Next Post
TransJakarta Layani 413 Juta Pelanggan Sepanjang

Film Aksi Netflix “Tygo” yang Dibintangi Lisa BLACKPINK Jalani Syuting di Berbagai Wilayah Indonesia

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini