Metapos.id, Jakarta — Kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara Asia. Indonesia menempati posisi ke-12 dalam daftar negara dan wilayah Asia dengan tingkat kecakapan bahasa Inggris tertinggi.
Data tersebut merujuk pada EF English Proficiency Index (EF EPI) 2025 yang dihimpun dari hasil tes EF SET. Berdasarkan data yang dilansir Seasia Stats, Indonesia memperoleh skor 471.
Malaysia menjadi negara dengan kemampuan bahasa Inggris tertinggi di Asia dengan skor 581. Posisi berikutnya ditempati Filipina dengan skor 569, Hong Kong 538, Korea Selatan 522, dan Nepal 514.
Berikut daftar 12 negara dan wilayah Asia dengan skor bahasa Inggris tertinggi:
1. Malaysia – 581
2. Filipina – 569
3. Hong Kong – 538
4. Korea Selatan – 522
5. Nepal – 514
6. Bangladesh – 506
7. Vietnam – 500
8. Pakistan – 493
9. Sri Lanka – 486
10. India – 484
11. Bhutan – 473
12. Indonesia – 471
Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-80 dari 123 negara dan wilayah yang tercakup dalam indeks. Dengan skor tersebut, kemampuan bahasa Inggris Indonesia masuk kategori rendah.
Skor Indonesia juga masih berada di bawah rata-rata global yang mencapai 488. Meski demikian, terdapat peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada EF EPI 2024, Indonesia mencatat skor 468 sehingga tahun ini naik tiga poin.
Jika dilihat berdasarkan keterampilan, kemampuan membaca menjadi aspek dengan nilai tertinggi di Indonesia. Skornya mencapai 491, kemudian menulis 479, mendengarkan 454, dan berbicara 447.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih berada di bawah Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Malaysia berada di peringkat ke-24 dunia, Filipina ke-28, Vietnam ke-64, sementara Indonesia menempati posisi ke-80.
Adapun beberapa negara Asia Tenggara lainnya mencatat skor lebih rendah dibandingkan Indonesia. Laos memperoleh skor 461, Myanmar 444, Thailand 402, dan Kamboja 390.
Singapura tidak masuk dalam daftar tersebut karena EF mengategorikannya sebagai negara yang menggunakan bahasa Inggris.
EF EPI 2025 disusun berdasarkan hasil tes lebih dari 2,2 juta orang dewasa di berbagai negara. Tes tersebut dilakukan melalui EF SET sepanjang 2024 dan mencakup 123 negara serta wilayah, termasuk 25 negara dan wilayah di Asia.
Namun, hasil indeks tersebut tidak bisa dianggap sebagai gambaran mutlak kemampuan bahasa Inggris seluruh masyarakat di suatu negara. Pasalnya, peserta EF SET mengikuti tes secara sukarela untuk mengukur maupun meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.
Karena itu, hasil indeks tidak sepenuhnya merepresentasikan kemampuan seluruh populasi suatu negara.






