Friday, August 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Zulhas Akui Hampir Semua Kebutuhan Pangan RI dari Impor

Afizahri by Afizahri
29 August 2025
in Ekbis
Ini Alasan Baju Bekas Impor Menjamur Menurut Mendag Zulhas

Jakarta, Metapos.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengakui saat ini kebutuhan pangan Indonesia memang masih bergantung pada komoditas impor.

Contohnya, sambung dia, jenis makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia di pagi hari, seperti roti dan mie terbuat dari tepung gandum. Dimana, gandum merupakan komoditas yang sepenuhnya berasal dari impor.

BACA JUGA

Sri Mulyani Ditunjuk Kembali sebagai Penasihat Bank Dunia

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

“Kalau saudara-saudara pagi-pagi makan roti, makan mie goreng, itu 100 persen impor, gandum. Berapa impornya? Kira-kira 13 juta ton per tahun, naik terus. Saya awal jadi DPR 6 juta ton, sekarang 13 juta ton,” katanya dalam acara Indonesia Summit 2025 di The Tribarata, Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, 28 Agustus.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini bilang tempe dan tahu yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia juga terbuat dari komoditas pangan yang 100 persen impor.

“Habis itu gak enak kalau gak ada lauknya, tempe atau tahu goreng, 100 persen impor kedelai, kira-kira kita impor 3 juta,” ujarnya.

Tak hanya itu, Zulhas bilang makanan dan minuman dengan pemanis yang di jual di Indonesia, pemanisnya terbuat dari gula yang mayoritas juga impor.

“Saudara-saudara tahu berapa kita impor gula? Kita impor gula kira-kira 6 juta ton per tahun,” katanya.

Karena itu, kata Zulhas, Presiden Prabowo Subianto menggenjot program swasembada pangan.

Dia mengakui untuk mencapai target itu tidak mudah.

Namun, pemerintah akan memulainya dengan pemberdayaan masyarakat.

Dengan adanya pelatihan, sambung Zulhas, generasi muda diarahkan untuk lebih produktif. Sehingga, tidak hanya mengandalkan bantuan sosial (bansos).

“Ini yang Pak Prabowo inginkan. Bantuan tetap, oke. Tapi kita melatih anak muda kita produktif, makanya itu ada pemberdayaan,” ucapnya.

Tags: ImporMetapos.idZulkifli Hasan
Previous Post

Waskita Karya Kebut Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi

Next Post

Jerome Polin Ungkap Tawaran Jadi Buzzer, Sekali Posting Bisa Raup Rp150 Juta

Related Posts

Sri Mulyani
Ekbis

Sri Mulyani Ditunjuk Kembali sebagai Penasihat Bank Dunia

7 August 2026
PLN
Ekbis

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

6 August 2026
Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC
Ekbis

Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

6 August 2026
purbaya
Ekbis

Kemenkeu Ambil Alih Saham BUMN di Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

5 August 2026
Halal Indo 2026
Ekbis

Halal Indo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Nasional

5 August 2026
Malaysia
Ekbis

Malaysia Pimpin Daftar Negara Terbaik bagi Digital Nomad pada 2026

4 August 2026
Next Post
Jerome Polin Ungkap Tawaran Jadi Buzzer, Sekali Posting Bisa Raup Rp150 Juta

Jerome Polin Ungkap Tawaran Jadi Buzzer, Sekali Posting Bisa Raup Rp150 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini