Metapos.id, Jakarta – Pemerintah menyiapkan pengembangan pembangkit listrik dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW) untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2050-2060.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana tersebut saat membuka Electricity Connect 2026 pada Rabu (23/09/2026).
Pemerintah juga mendorong peningkatan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 70 persen dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
“Indonesia tak akan bergeming dan tetap konsisten untuk memenuhi target net zero emission kita di 2050 sampai tahun 2060. Caranya bukan hanya tema, langsung dibuat program konkret. Di RUPTL kita dorong 70 persen energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt,” tegas Bahlil, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (23/09/2026).
Pengembangan kapasitas pembangkit tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar USD70-73 miliar.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak serta penggunaan komponen dalam negeri dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) sekaligus Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan sektor ketenagalistrikan siap menjalankan arahan tersebut.
Pengembangan infrastruktur akan mencakup pembangunan kapasitas baru melalui RUPTL serta jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer sirkuit.
“Jawabannya hanya satu, siap Bapak laksanakan. Epicentrum the new development of energy ada di Indonesia,” ujar Darmawan.
Rencana tersebut membutuhkan kerja sama pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan investor untuk memenuhi kebutuhan investasi pembangunan pembangkit serta infrastruktur pendukung.
Melalui Electricity Connect 2026, pemerintah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor energi dari dalam dan luar negeri.
Pemerintah berharap tambahan kapasitas hingga 100 GW dan peningkatan porsi EBT dalam RUPTL dapat memperkuat sistem kelistrikan sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.







