Metapos.id, Jakarta — Momentum World Cleanup Day (WCD) 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah, khususnya melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Lions Club dalam rangkaian WCD 2026.
Kegiatan yang digelar di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, melibatkan sekitar 500 relawan. Selain aksi kebersihan, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumber.
WCD merupakan gerakan global yang mengajak masyarakat berbagai negara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah.
Di Indonesia, WCD 2026 mengusung tema “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”. Tema tersebut mendorong generasi muda mengambil peran melalui aksi nyata di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mendorong Gerakan Pilah Sampah dari Sumber melalui pesan “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah”. Gerakan ini mengajak masyarakat memulai pemilahan sampah dari rumah.
Pemilahan sejak dari sumber dinilai dapat membantu sampah dikelola berdasarkan jenis dan potensinya. Dengan demikian, sampah yang masih dapat dimanfaatkan bisa dipisahkan dari sampah yang harus masuk ke proses pengolahan atau pemrosesan akhir.
District Governor Perkumpulan Lions Distrik 307 A1, Solida Abdy Ramli, mengapresiasi konsistensi Chandra Asri Group dalam mendukung kegiatan WCD bersama Lions Club.
“Chandra Asri Group, Bapak Edi Rivai beserta jajarannya selama delapan tahun sudah konsisten mendukung kolaborasi gerakan World Cleanup Day ini bersama Lions Club,” ujar Solida, kepada metapos.id, Minggu (20/9/26).
Menurut dia, kerja sama yang telah berlangsung selama delapan tahun menjadi bagian dari komitmen dalam menjaga lingkungan melalui kolaborasi.
Direktur Legal, Hubungan Eksternal dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri Group, Edi Rivai, mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan.
“Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali,” kata Edi.
Ia mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara konsisten.
Dalam kegiatan WCD 2026, keterlibatan komunitas dan RW juga menjadi bagian dari upaya membangun praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Karena itu, kegiatan bersih-bersih tidak hanya diarahkan sebagai aksi sesaat. Kebiasaan memilah dan mengelola sampah diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Chandra Asri Group, Pemprov DKI Jakarta, Lions Club, dan masyarakat tersebut sekaligus membawa pesan bahwa menjaga kebersihan kota dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni memilah sampah sejak dari rumah.







