Saturday, May 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

UKM Kontraktor Kini Bisa Andalkan Fintech Securities Crowdfunding untuk Solusi Pendanaan

metaposmedia by metaposmedia
17 May 2024
in Ekbis
UKM Kontraktor Kini Bisa Andalkan Fintech Securities Crowdfunding untuk Solusi Pendanaan

Jakarta , Metapos.id – Usaha kecil menengah (UKM) di sektor kontraktor menghadapi tantangan besar dalam memperoleh pendanaan untuk pembangunan proyek tender. Keterbatasan modal sering kali menjadi penghalang utama bagi UKM kontraktor untuk bersaing dan berkembang. Namun, fintech securities crowdfunding kini muncul sebagai solusi inovatif yang dapat membantu UKM mengatasi kendala tersebut.

Ketua Umum Gapensi, Iskandar Z Hartawi, lepas menghadiri kegiatan kuliah umum dan diskusi ilmiah yang diadakan dalam rangka ulang tahun Digital Financial Center Vokasi UI di Depok, mengungkapkan pentingnya pendanaan bagi UKM kontraktor. “Fintech securities crowdfunding membuka peluang baru bagi UKM kontraktor untuk mendapatkan pendanaan yang lebih fleksibel, mudah dan cepat. Kami berharap lebih banyak UKM kontraktor dapat memanfaatkan peluang ini untuk berkembang dan bersaing secara nasional,” ujarnya.

BACA JUGA

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar

Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026

Fintech securities crowdfunding atau layanan urun dana (LUD) memungkinkan masyarakat berinvestasi dalam proyek atau perusahaan dengan imbal hasil tertentu. Ini menjadi solusi ideal bagi UKM kontraktor yang membutuhkan dana untuk melaksanakan proyek-proyek besar. Dengan menjadi penerbit (emiten), UKM kontraktor dapat menawarkan saham atau obligasi kepada publik, memanfaatkan fiducia atas proyek sebagai jaminan pembayaran obligasi atau sukuk, yang membuat investasi ini relatif rendah risiko.

Potensi pertumbuhan sektor UKM kontraktor di Indonesia sangat besar, terutama dengan banyaknya proyek infrastruktur yang sedang dan akan berjalan. Dengan dukungan fintech securities crowdfunding, UKM kontraktor dapat mengatasi hambatan pendanaan dan memanfaatkan potensi pasar yang luas.

Selain menguntungkan UKM kontraktor, fintech securities crowdfunding juga memberi kesempatan bagi masyarakat sebagai pemodal untuk berinvestasi pada penerbit-penerbit usaha kontraktor yang potensial. Proyek konstruksi yang didukung oleh fiducia memberikan jaminan pembayaran yang lebih aman, sehingga menarik minat investor yang mencari peluang investasi dengan risiko rendah terlebih karena fintech LUD diawasi juga oleh OJK.

Pada kesempatan yang sama, pakar penjaminan kredit Diding S. Anwar menyoroti peran pelaku keuangan lain yang tidak kalah penting yaitu lembaga penjaminan. Perusahaan penjaminan kredit perlu hadir memberi penguatan terhadap fintech LUD agar bisa lebih membangun kepercayaan pemodal terhadap penerbit. “Peluang sinergi perusahaan penjaminan dengan fintech LUD perlu dikaji aspek regulasinya dan tentu akan didukung oleh otoritas keuangan” imbuh Diding.

Diding menambahkan, para Kontraktor di Sektor Jasa Konstruksi selain perlu penjaminan modal kerja dan investasi juga perlu memanfaatkan atau dukungan dari 3 (tiga) produk instrumen keuangan, yang pertama adalah Surety Bond / Bonding, seperti ; Bid Bond / Jaminan Tender, Jaminan Uang Muka, Jaminan Pemeliharaan dan Penjaminan lainnya.

Yang kedua adalah program Kredit Usaha Rakyat atau dikenal dengan KUR, ”Khusus Program Pemerintah berupa fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat) sektor Konstruksi masih sangat kecil yang memanfaatkan dibanding sektor lainnya, perlu kajian mendalam apa handicap nya serta perlu harmonisasi regulasi”, jelas mantan Direktur Utama Jasa Raharja dan Jamkrindo ini.

Pemerintah menargetkan KUR ditahun 2024 sebesar 300 triliun rupiah, dan pada kenyataanya Sektor Konstruksi paling sedikit yang memanfaatkan KUR. 5 Sektor Penerima KUR terbesar dalam beberapa tahun terakhir adalah : Perdagangan, Pertanian, Industri Pengolahan, Jasa Masyarakat Sosial dan Akomodasi – Makan – Minum.

Terakhir mengoptimalkan peran Perbankan dalam rangka mendukung pembangunan nasional dan daerah, maka volume Pembiayaan Kredit Kontruksi agar ditingkatkan mengacu pada Rencana Pembangunan Nasional dan Daerah, tegas Diding.

Ketua Digital Financial Center (DFC) Dede Suryanto, dalam sesi acara diskusi ilmiah dengan penerbit fintech Danamart dan pemodal Urun RI mengatakan bahwa fintech securities crowdfunding sebagai model bisnis pendanaan berbasis platform yang relatif baru di Indonesia perlu didukung oleh semua pihak termasuk kampus. Terlebih peran fintech crowdfunding punya andil besar terhadap pengembangan UMKM Indonesia. “Ya butuh literasi, edukasi dan sinergi bersama lah dengan kampus dan perlu didukung juga oleh sektor industri keuangan lainnya agar ekosistem fintech LUD makin kuat dan berkembang dan harapannya UMKM kita akan makin kompetitif” jelas Dede, akademisi sekaligus pakar keuangan investasi tersebut.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan regulasi yang semakin mendukung, diharapkan fintech securities crowdfunding dapat menjadi pilar utama dalam ekosistem pendanaan bagi UKM kontraktor di Indonesia. Dengan demikian, UKM kontraktor dapat terus berinovasi, meningkatkan kualitas proyek, dan memberikan kontribusi signifikan pada pembangunan nasional.

Tags: Metapos.idUKM
Previous Post

Bridgestone Indonesia Kembali Sapa Masyarakat Kota Bandung dengan Ekspansi Layanan di Buahbatu

Next Post

PT Krakatau Chandra Energi Dukung Ekosistem Electric Vehicle bersama PT MAB

Related Posts

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar
Ekbis

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar

30 April 2026
Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026
Ekbis

Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026

30 April 2026
RUPST 2026, Tugu Insurance Paparkan Fundamental Keuangan yang Kokoh
Ekbis

RUPST 2026, Tugu Insurance Paparkan Fundamental Keuangan yang Kokoh

30 April 2026
Aden Indonesia Optimistis 2026, Proyek Baru Dorong Kinerja Bisnis
Ekbis

Aden Indonesia Optimistis 2026, Proyek Baru Dorong Kinerja Bisnis

29 April 2026
Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah  di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum
Ekbis

Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum

29 April 2026
Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 MiliarJakarta, Maret 2026
Ekbis

Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 MiliarJakarta, Maret 2026

27 April 2026
Next Post
PT Krakatau Chandra Energi Dukung Ekosistem Electric Vehicle bersama PT MAB

PT Krakatau Chandra Energi Dukung Ekosistem Electric Vehicle bersama PT MAB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini