Metapos.id, Jakarta – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI resmi memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menilai pencapaian tersebut sebagai keberhasilan signifikan bagi manajemen TVRI sekaligus menjawab aspirasi publik agar perhelatan sepak bola dunia dapat disaksikan secara gratis dan merata.
Hendry menuturkan, penunjukan TVRI oleh FIFA bukan tanpa pertimbangan. Kepercayaan tersebut, menurutnya, mencerminkan pengakuan terhadap peran TVRI sebagai lembaga penyiaran publik nasional.
“Alhamdulillah, TVRI akhirnya dipercaya memegang hak siar Piala Dunia. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi karena FIFA tentu memiliki standar dan seleksi ketat dalam menentukan mitra siaran,” kata Hendry, Kamis, 1 Januari 2026.
Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut diikuti dengan pembenahan menyeluruh di internal TVRI. Hendry menegaskan pentingnya kesiapan kualitas layanan penyiaran agar mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil kunjungan lapangan serta laporan yang diterimanya, masih terdapat sejumlah infrastruktur dan fasilitas penyiaran TVRI yang membutuhkan perbaikan maupun pembaruan. Seluruh aspek teknis tersebut diharapkan dapat diselesaikan sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung.
“Jangan sampai hak siar sudah dimiliki, tetapi kualitas siaran belum maksimal. Semua kekurangan harus dibenahi agar masyarakat di seluruh pelosok tanah air dapat menikmati Piala Dunia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hendry meyakini penayangan Piala Dunia 2026 melalui TVRI berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Sektor ekonomi kreatif, pariwisata, serta UMKM dinilai dapat ikut terdongkrak apabila pengelolaan siaran dilakukan secara optimal.
Ke depan, Komisi VII DPR RI mendorong terwujudnya sinergi antara TVRI dengan sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, serta pelaku ekonomi kreatif, guna memaksimalkan manfaat dari ajang olahraga internasional tersebut
“Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Hendry.













