Saturday, October 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Turunkan Berat Badan dengan Diet Telur, Begini Polanya

Khansa Nabila by Khansa Nabila
9 September 2026
in Lifestyle & Health
Turunkan Berat Badan dengan Diet Telur, Begini Polanya

Turunkan Berat Badan dengan Diet Telur, Begini Polanya

Metapos.id, Jakarta – Diet telur menjadi salah satu metode penurunan berat badan.Panduan tersebut menggunakan telur, nasi, sayuran, dan buah sebagai menu utama dalam pola makan sehari-hari.

Dalam kanal Youtube dr Saddam ismail video, dr Saddam menjelaskan bahwa penurunan berat badan berkaitan dengan konsep defisit kalori.

BACA JUGA

Hati-Hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Mata

Kaki Bau Meski Sudah Dicuci? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

“Kalori yang masuk itu harus lebih sedikit daripada kalori yang keluar,” ujarnya dikutip dari kanal Youtube dr Saddam Ismail, Rabu (09/09/2026).

Menu yang diperkenalkan dibagi menjadi tiga waktu makan. Pada makan pertama, menu terdiri dari lima sendok nasi, dua putih telur, satu porsi sayuran dan satu buah.

Untuk makan siang, porsinya menjadi enam sendok nasi, tiga putih telur, satu porsi sayuran dan satu buah. Sementara makan terakhir menggunakan lima sendok nasi, dua putih telur, sayuran dan satu buah.

dr Saddam juga menyarankan agar pola makan dijalankan secara bertahap dan tidak terlalu ekstrem. Ia menekankan pentingnya konsistensi selama menjalani diet.

“Pesan saya dalam diet teman-teman bertahap saja seperti teman-teman menaiki tangga,” katanya.

Selain menu utama, dr Saddam menyarankan konsumsi air putih serta mengurangi gorengan, makanan berminyak, camilan, minuman manis, soda, dan minuman kemasan. Sayuran dan buah juga disebut tetap perlu tersedia dalam pola makan.

Dalam video tersebut dr Saddam turut mengingatkan bahwa hasil diet setiap orang tidak selalu sama. Aktivitas, makanan, metabolisme, dan kebutuhan energi dapat memengaruhi hasil penurunan berat badan masing-masing orang.

Tags: berat badandefisit kaloridietdiet telurmenu dietMetapos.idPola makan
Previous Post

Tiga Tahun Berlalu, Suzy Reuni dengan Lee Jin Wook

Next Post

Bonus Rp3 Miliar Menanti Atlet Indonesia Peraih Emas Asian Games

Related Posts

Hati-Hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Mata
Lifestyle & Health

Hati-Hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Mata

24 October 2026
Kaki Bau Meski Sudah Dicuci? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui
Lifestyle & Health

Kaki Bau Meski Sudah Dicuci? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

24 October 2026
Ini 4 Negara yang Lagu Kebangsaannya Tanpa Lirik
Lifestyle & Health

Ini 4 Negara yang Lagu Kebangsaannya Tanpa Lirik

24 October 2026
Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Tiket Pesawat Bebas PPN
Lifestyle & Health

Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Tiket Pesawat Bebas PPN

24 October 2026
7 Film Horor Klasik yang Cocok Ditonton saat Halloween 2026
Lifestyle & Health

7 Film Horor Klasik yang Cocok Ditonton saat Halloween 2026

23 October 2026
Agnez Mo Resmi Hadir di Madame Tussauds Hollywood pada 2026
Lifestyle & Health

Agnez Mo Resmi Hadir di Madame Tussauds Hollywood pada 2026

23 October 2026
Next Post
Bonus Rp3 Miliar Menanti Atlet Indonesia Peraih Emas Asian Games

Bonus Rp3 Miliar Menanti Atlet Indonesia Peraih Emas Asian Games

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini