Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tak lagi menginginkan kesepakatan dengan Iran di tengah laporan bahwa militer Washington tengah mempersiapkan kemungkinan serangan besar ke Teheran.
“Saya rasa kesepakatan itu bukanlah sesuatu yang benar-benar ingin saya lakukan, tetapi mereka bersedia menawarkan apa pun kepada kami untuk menghentikannya,” kata Trump dalam kampanye Partai Republik di San Antonio dikutip dari berbagai sumber, Jumat (09/10/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah media melaporkan Trump dan tim keamanan nasionalnya membahas kemungkinan melanjutkan perang melawan Iran.
Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Trump telah menginstruksikan Komando Pusat AS, unit militer yang bertanggung jawab atas kawasan Timur Tengah, untuk merampungkan persiapan jika pertempuran kembali terjadi.
Sementara itu, The Atlantic melaporkan pada Rabu (7/10) bahwa Trump sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada awal November.
Serangan baru tersebut diperkirakan dapat menyasar sektor energi, infrastruktur, dan fasilitas nuklir Iran. Namun, laporan tersebut menggambarkan opsi yang sedang dipertimbangkan, bukan serangan yang telah dipastikan akan dilakukan.
Axios juga memperingatkan bahwa perang yang kembali berkobar dalam tiga hingga empat minggu ke depan berpotensi memengaruhi pemilu paruh waktu. Salah satu dampak yang disoroti adalah kemungkinan kenaikan harga minyak sebagai respons terhadap eskalasi konflik.
Situasi ini muncul ketika tingkat popularitas Trump dilaporkan telah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah. Perkembangan konflik dengan Iran pun berpotensi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi situasi politik domestik AS menjelang pemilu.







