Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Transaksi Uang Elektronik di 2023 Diperkirakan Mencapai Rp495 Triliun

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
9 May 2023
in Ekbis
Transaksi Uang Elektronik di 2023 Diperkirakan Mencapai Rp495 Triliun

JAKARTA,Metapos.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan nilai transaksi uang elektronik pada 2023 tumbuh pesat mencapai Rp495 triliun, didorong oleh akselerasi ekonomi keuangan digital Indonesia.

“Uang elektronik tahun ini kita perkirakan tumbuh lebih cepat lagi bisa mencapai Rp495 triliun,” kata Perry dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKD) Indonesia 2023, Senin 8 Mei.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

Perry juga memproyeksikan transaksi e-commerce bisa mencapai Rp533 triliun dan layanan perbankan digital mencapai lebih dari Rp64.000 triliun.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen BI menjadikan digitalisasi sistem pembayaran sebagai episentrum ekonomi keuangan digital Indonesia.

Dalam mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran, BI menargetkan 45 juta pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2023, yang mana 80-90 persen penggunanya adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) termasuk di pasar-pasar tradisional.

“Di sinilah wujud nyata komitmen kita semua termasuk komitmen BI. Sejak tahun 2019 BI berkomitmen menjadikan digitalisasi sistem pembayaran menjadi episentrum Ekonomi keuangan digital Indonesia dan itu kita terbitkan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) tahun 2019 kemudian terus kita tingkatkan ke depan,” ujarnya.

Ia menuturkan Indonesia menjadi salah satu negara yang paling cepat dalam akselerasi ekonomi keuangan digital, yang tercermin antara lain dari elektronifikasi transaksi keuangan dari pemerintah pusat dan di berbagai daerah, dan penggunaan sarana digital dalam ekonomi.

Selain itu, sistem pembayaran digital juga semakin meningkat sampai ke pasar-pasar tradisional, UMKM dan rumah-rumah ibadah. Hal itu dikarenakan transaksi ekonomi keuangan secara digital dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Perry mengatakan visi dan misi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia adalah satu nusa konektivitas digital pembayaran Indonesia, satu bahasa semua layanan pembayaran dengan standar nasional dan satu bangsa digital pembayaran Indonesia, konektivitas dan juga konsolidasi pembayaran Indonesia.

Sejak diterbitkannya BSPI, BI membangun konektivitas digital sebagai satu nusa digitalisasi ekonomi keuangan Indonesia yang sejalan dengan komitmen mewujudkan sistem pembayaran Indonesia menjadi episentrum ekonomi keuangan digital, yakni dengan meluncurkan BI-FAST yang sekarang sudah hampir satu miliar transaksi per hari.

“Tidak hanya satu nusa konektivitas digital, BI-FAST akan kita sambungkan dengan gerbang pembayaran nasional maupun infrastruktur sistem pembayaran digital lainnya,” ujarnya.

Dalam mendorong satu bahasa layanan pembayaran Indonesia, BI memulainya dengan penerapan penggunaan QRIS yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran.

“Kita juga sudah maju di industri bagaimana menggunakan layanan-layanan bahasa pembayaran yaitu Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) adalah satu visi satu bahasa,” tuturnya.

Untuk mewujudkan satu bangsa digital pembayaran Indonesia, BI sudah mengkonsolidasikan industri pembayaran Indonesia termasuk perbankan digital, perusahaan jasa pembayaran dan konektivitas integrasinya dengan loka pasar dan e-commerce.

Tags: Gubernur bank IndonesiaMetapos.idUang elektronik
Previous Post

Cadangan Devisa Susut 1 Miliar Dolar karena Pemerintah Bayar Utang, Ini Kata BI

Next Post

Arus Mudik dan Balik Lebaran Jalur Laut Lancar Terkendali

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Arus Mudik dan Balik Lebaran Jalur Laut Lancar Terkendali

Arus Mudik dan Balik Lebaran Jalur Laut Lancar Terkendali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini