Metapos.id, Jakarta – Seorang pria bernama Dadang meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok preman di Purwakarta pada Minggu, 5 April 2026.
Insiden itu berlangsung di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka. Saat itu, korban tengah mengadakan acara hajatan di kediamannya.
Namun, situasi berubah ketika beberapa orang datang dan meminta sejumlah uang kepada korban.
Pada awalnya, korban memenuhi permintaan dengan memberikan Rp100 ribu. Meski begitu, para pelaku kembali dan menuntut tambahan hingga Rp500 ribu.
Korban memilih menolak permintaan tersebut. Akibatnya, ketegangan meningkat dan berujung pada keributan di lokasi acara.
Setelah itu, para pelaku langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban. Bahkan, adik korban yang berada di tempat kejadian juga ikut menjadi korban kekerasan.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami cedera parah di bagian kepala. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Akan tetapi, korban tidak berhasil diselamatkan. Ia meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.
Di sisi lain, jajaran Polres Purwakarta segera turun tangan untuk menyelidiki kasus ini. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Selain itu, petugas menemukan barang bukti berupa potongan bambu. Benda tersebut diduga digunakan saat aksi penganiayaan terjadi.
Hingga saat ini, aparat masih memburu para pelaku yang diduga lebih dari dua orang. Sementara itu, hasil autopsi masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.














