Friday, August 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Tradisi Berbeda, Muslim Cham di Vietnam Punya Cara Ibadah yang Tak Biasa

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
23 February 2026
in Internasional
Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Metapos.id, Jakarta – Islam telah hadir di wilayah yang kini menjadi Vietnam sejak abad ke-9, tepatnya ketika masih berada di bawah Kerajaan Champa. Seiring waktu, ajaran Islam berkembang dan diterima oleh sebagian masyarakat serta kalangan elite kerajaan.

Dalam perkembangannya, komunitas Muslim di Vietnam terbagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, Muslim yang tinggal di kota-kota besar dan menjalankan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an, Hadis, serta rukun iman dan rukun Islam sebagaimana praktik umat Islam pada umumnya.

BACA JUGA

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

Kelompok kedua adalah Muslim Cham atau dikenal juga sebagai Islam Bani. Komunitas ini kerap disebut unik karena praktik keberagamaannya tidak sepenuhnya mengikuti syariat Islam secara umum, melainkan dipengaruhi adat dan tradisi lokal yang telah lama berkembang.

Perbedaan tersebut terlihat jelas saat Ramadan. Dalam tradisi Muslim Cham, bulan suci disebut sebagai “Ramuwan”. Namun, Ramuwan tidak dimaknai sebagai kewajiban puasa selama 30 hari. Berdasarkan sejumlah penelitian, periode ini lebih dipandang sebagai masa penyucian diri, persiapan spiritual, serta pelatihan bagi pemuka agama baru.

Dalam praktiknya, keluarga Muslim Cham membawa hidangan ke masjid sebagai bentuk persembahan simbolis. Para pemuka agama kemudian menjalani ritual tertentu, termasuk berdiam diri tanpa makan dan minum selama tiga hari. Setelah itu, kegiatan keagamaan berlangsung sekitar 15 hari, bukan 30 hari seperti Ramadan pada umumnya.

Perbedaan juga tampak dalam pelaksanaan shalat. Komunitas ini tidak menjalankan shalat lima waktu setiap hari, melainkan hanya shalat Jumat. Mereka meyakini ibadah dapat diwakilkan oleh tokoh agama yang disebut Acar, yang dianggap menunaikan kewajiban tersebut atas nama komunitasnya.

Sejumlah peneliti menilai perbedaan praktik ini dipengaruhi unsur Hindu dan Buddha yang lebih dahulu berkembang di wilayah tersebut. Namun, ada pula pandangan yang menyebut perbedaan muncul akibat proses Islamisasi yang tidak berlangsung secara utuh.

Ketika Islam mulai menyebar di kalangan elite Kerajaan Champa, prosesnya terhenti karena konflik dan peperangan. Akibatnya, ajaran Islam tidak tersampaikan sepenuhnya kepada masyarakat luas. Isolasi politik yang kemudian dialami wilayah tersebut juga membuat komunitas Muslim Cham tidak mengikuti perkembangan Islam di dunia Melayu.

Kini, jumlah Muslim Cham diperkirakan sekitar 40.000 orang yang tersebar di 12 provinsi di Vietnam, dengan konsentrasi terbesar berada di Phan Rang dan Phan Ri.

Karena perbedaan praktik tersebut, komunitas ini kerap dianggap berbeda bahkan terpinggirkan. Meski demikian, sejumlah ulama dan tokoh agama terus melakukan pendekatan agar ajaran yang dijalankan dapat semakin selaras dengan pemahaman Islam secara umum.

Tags: Islam BaniMetapos.idMuslim Cham Vietnampuasa Muslim ChamRamuwan Vietnamsejarah Islam Champashalat di Vietnam
Previous Post

Bos Kartel El Mencho Tewas, Kekacauan Pecah di Meksiko

Next Post

Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

Related Posts

Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Internasional

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

28 August 2026
Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO
Internasional

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

28 August 2026
Pangeran Harry
Internasional

Harry dan Meghan Kembali ke Inggris

28 August 2026
Alternative for Germany (AfD)
Internasional

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman, Dewan Islam Mengecam

27 August 2026
Mojtaba Khamenei
Internasional

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup

27 August 2026
Iran mengancam menghentikan ekspor minyak melalui Teluk jika negara-negara kawasan ikut mendukung sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat.
Internasional

Iran Ancam Hentikan Ekspor Minyak di Teluk

26 August 2026
Next Post
Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini