Tuesday, October 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Tradisi Berbeda, Muslim Cham di Vietnam Punya Cara Ibadah yang Tak Biasa

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
23 February 2026
in Internasional
Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Metapos.id, Jakarta – Islam telah hadir di wilayah yang kini menjadi Vietnam sejak abad ke-9, tepatnya ketika masih berada di bawah Kerajaan Champa. Seiring waktu, ajaran Islam berkembang dan diterima oleh sebagian masyarakat serta kalangan elite kerajaan.

Dalam perkembangannya, komunitas Muslim di Vietnam terbagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, Muslim yang tinggal di kota-kota besar dan menjalankan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an, Hadis, serta rukun iman dan rukun Islam sebagaimana praktik umat Islam pada umumnya.

BACA JUGA

Sejarah Konflik Houthi dan Arab Saudi, Bermula dari Yaman

Serangan Ketiga di Sekolah Polandia dalam Sepekan, Tiga Orang Terluka

Kelompok kedua adalah Muslim Cham atau dikenal juga sebagai Islam Bani. Komunitas ini kerap disebut unik karena praktik keberagamaannya tidak sepenuhnya mengikuti syariat Islam secara umum, melainkan dipengaruhi adat dan tradisi lokal yang telah lama berkembang.

Perbedaan tersebut terlihat jelas saat Ramadan. Dalam tradisi Muslim Cham, bulan suci disebut sebagai “Ramuwan”. Namun, Ramuwan tidak dimaknai sebagai kewajiban puasa selama 30 hari. Berdasarkan sejumlah penelitian, periode ini lebih dipandang sebagai masa penyucian diri, persiapan spiritual, serta pelatihan bagi pemuka agama baru.

Dalam praktiknya, keluarga Muslim Cham membawa hidangan ke masjid sebagai bentuk persembahan simbolis. Para pemuka agama kemudian menjalani ritual tertentu, termasuk berdiam diri tanpa makan dan minum selama tiga hari. Setelah itu, kegiatan keagamaan berlangsung sekitar 15 hari, bukan 30 hari seperti Ramadan pada umumnya.

Perbedaan juga tampak dalam pelaksanaan shalat. Komunitas ini tidak menjalankan shalat lima waktu setiap hari, melainkan hanya shalat Jumat. Mereka meyakini ibadah dapat diwakilkan oleh tokoh agama yang disebut Acar, yang dianggap menunaikan kewajiban tersebut atas nama komunitasnya.

Sejumlah peneliti menilai perbedaan praktik ini dipengaruhi unsur Hindu dan Buddha yang lebih dahulu berkembang di wilayah tersebut. Namun, ada pula pandangan yang menyebut perbedaan muncul akibat proses Islamisasi yang tidak berlangsung secara utuh.

Ketika Islam mulai menyebar di kalangan elite Kerajaan Champa, prosesnya terhenti karena konflik dan peperangan. Akibatnya, ajaran Islam tidak tersampaikan sepenuhnya kepada masyarakat luas. Isolasi politik yang kemudian dialami wilayah tersebut juga membuat komunitas Muslim Cham tidak mengikuti perkembangan Islam di dunia Melayu.

Kini, jumlah Muslim Cham diperkirakan sekitar 40.000 orang yang tersebar di 12 provinsi di Vietnam, dengan konsentrasi terbesar berada di Phan Rang dan Phan Ri.

Karena perbedaan praktik tersebut, komunitas ini kerap dianggap berbeda bahkan terpinggirkan. Meski demikian, sejumlah ulama dan tokoh agama terus melakukan pendekatan agar ajaran yang dijalankan dapat semakin selaras dengan pemahaman Islam secara umum.

Tags: Islam BaniMetapos.idMuslim Cham Vietnampuasa Muslim ChamRamuwan Vietnamsejarah Islam Champashalat di Vietnam
Previous Post

Bos Kartel El Mencho Tewas, Kekacauan Pecah di Meksiko

Next Post

Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

Related Posts

Sejarah Konflik Houthi dan Arab Saudi, Bermula dari Yaman
Internasional

Sejarah Konflik Houthi dan Arab Saudi, Bermula dari Yaman

12 October 2026
Serangan Ketiga di Sekolah Polandia dalam Sepekan, Tiga Orang Terluka
Internasional

Serangan Ketiga di Sekolah Polandia dalam Sepekan, Tiga Orang Terluka

11 October 2026
Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Orang Tewas dan Ratusan Luka
Internasional

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Orang Tewas dan Ratusan Luka

11 October 2026
Volodymyr Zelensky
Internasional

Zelensky Desak Trump Bantu Ukraina Hadapi Serangan Rusia

9 October 2026
El Nino Diprediksi Menguat, Indonesia Terancam Kekeringan
Internasional

El Nino Diprediksi Menguat, Indonesia Terancam Kekeringan

9 October 2026
Trump Tak Tertarik Berdamai, Militer AS Siapkan Opsi Serangan ke Iran
Internasional

Trump Tak Tertarik Berdamai, Militer AS Siapkan Opsi Serangan ke Iran

9 October 2026
Next Post
Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini