Friday, August 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Meski Digempur AS, Iran Dinilai Tetap Sulit Dilemahkan di Selat Hormuz

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
13 July 2026
in Internasional

Metapos.id, Jakarta – Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dinilai belum mampu secara efektif melemahkan kapasitas Iran dalam mengancam jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pandangan tersebut disampaikan Alan Eyre, peneliti diplomatik senior di Middle East Institute yang juga pernah terlibat dalam tim perunding kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

Eyre menjelaskan bahwa Selat Hormuz masih menjadi salah satu instrumen strategis bagi Iran untuk mempertahankan posisi dan pengaruhnya di kawasan Timur Tengah. Oleh sebab itu, Teheran diperkirakan tidak akan mudah mengendurkan kendalinya atas jalur pelayaran yang memiliki nilai ekonomi dan geopolitik tinggi tersebut.

BACA JUGA

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman, Dewan Islam Mengecam

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup

Menurutnya, isu Selat Hormuz kini menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya melanjutkan perundingan mengenai program nuklir Iran. Selama persoalan tersebut belum terselesaikan, peluang tercapainya solusi diplomatik dinilai masih terbatas.

Ia juga menilai tekanan militer yang terus diberikan AS belum cukup untuk menghilangkan kemampuan Iran dalam memberikan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Eyre menyebut Iran masih memiliki berbagai aset pertahanan, mulai dari rudal, pesawat nirawak (drone), hingga armada tempur berukuran kecil yang dinilai mampu mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Dengan kekuatan yang masih dimiliki Iran, Eyre memperkirakan Selat Hormuz akan tetap menjadi titik krusial dalam dinamika keamanan Timur Tengah sekaligus menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hubungan antara Teheran dan Washington.

Tags: Alan EyreAmerika SerikatIrankonflik geopolitikMetapos.idrudal IranSelat HormuzSerangan MiliterTimur Tengah
Previous Post

Tugu Insurance Raih GCG Awards 2026 Berkat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Next Post

Produksi Rokok Indonesia Naik Tajam di Juni 2026, Ini Penyebabnya

Related Posts

Alternative for Germany (AfD)
Internasional

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman, Dewan Islam Mengecam

27 August 2026
Mojtaba Khamenei
Internasional

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup

27 August 2026
Iran mengancam menghentikan ekspor minyak melalui Teluk jika negara-negara kawasan ikut mendukung sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat.
Internasional

Iran Ancam Hentikan Ekspor Minyak di Teluk

26 August 2026
Xi Jinping
Internasional

Xi Jinping Paparkan Empat Prinsip Perdamaian Palestina

25 August 2026
Gelombang panas menerjang sebagian besar wilayah Jepang dengan suhu diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius, sementara 31 prefektur mendapat peringatan heatstroke.
Internasional

Suhu Jepang Tembus 39 Derajat, Warga Diminta Waspada

24 August 2026
Bendera Arab
Internasional

Mengapa Arab Saudi Tak Rayakan Maulid Nabi?

24 August 2026
Next Post
Tugu Insurance Raih GCG Awards 2026 Berkat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Produksi Rokok Indonesia Naik Tajam di Juni 2026, Ini Penyebabnya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini