Monday, August 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Timur Tengah di Tengah Eskalasi Konflik dan Perebutan Pengaruh Global

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
7 January 2026
in Internasional
Timur Tengah di Tengah Eskalasi Konflik dan Perebutan Pengaruh Global

Metapos.id, Jakarta – Situasi Timur Tengah kian kompleks dan tidak stabil seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Sejumlah kebijakan dan pernyataan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump dinilai banyak pihak berpotensi memperlemah tatanan internasional berbasis hukum, khususnya di kawasan Timur Tengah. Dalam konteks ini, dukungan kuat AS terhadap Israel kerap dipersepsikan sebagai bagian dari upaya mempertahankan pengaruh strategis Washington di kawasan.

Pertemuan Presiden Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di MaraLago, Florida, pada akhir Desember lalu menjadi salah satu momentum penting dalam dinamika tersebut. Dalam pernyataan kepada media, Trump menyebut AS siap mendukung langkah Israel terhadap Iran apabila Teheran tidak menghentikan program nuklir dan pengembangan rudal balistiknya. Ia juga mengeluarkan peringatan keras terkait penanganan demonstrasi di Iran serta menekan Hamas agar melucuti persenjataannya.

BACA JUGA

Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu

Cessna Tabrak Helikopter Polisi, Pilot Tewas

Libanon dan Yaman: Konflik Antaraktor Regional

Di Libanon, meski gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah disepakati pada November 2024, situasi keamanan masih rapuh. Israel dilaporkan tetap mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah titik strategis dan melakukan operasi terbatas. Tekanan internasional, khususnya dari AS, diarahkan kepada pemerintahan Presiden Joseph Aoun untuk melucuti Hezbollah sebagai bagian dari upaya stabilisasi jangka panjang.

Sementara itu, konflik di Yaman semakin mencerminkan rivalitas kepentingan regional. Ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) mengemuka seiring menguatnya peran Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Abu Dhabi. Ekspansi STC ke wilayah timur, termasuk Provinsi Hadramout dan Al-Mahra, dinilai memperlemah posisi Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) yang didukung Riyadh dan diakui secara internasional. Situasi ini memicu bentrokan terbatas dan memperumit upaya penyelesaian konflik Yaman.

Riyadh memandang langkah Abu Dhabi berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Teluk dan keseimbangan kekuatan regional. Adapun kepentingan strategis UEA dinilai berkaitan dengan penguasaan jalur maritim Teluk Aden dan Laut Merah.

Pengakuan Somaliland dan Dampak Regional

Langkah Israel mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland pada 29 Desember memicu kontroversi luas. Wilayah di Tanduk Afrika tersebut memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991, namun hingga kini belum memperoleh pengakuan internasional. Kebijakan Israel ini menuai kritik dari Liga Arab, Uni Afrika, Dewan Keamanan PBB, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Tidak adanya kecaman terbuka dari UEA memunculkan spekulasi mengenai kedekatan kepentingan strategis antara Abu Dhabi dan Tel Aviv, meski belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi kerja sama tersebut.

Iran dan Risiko Eskalasi

Hingga kini, belum ada bukti yang dikonfirmasi secara internasional bahwa Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun, isu ini terus menjadi sumber ketegangan utama antara Iran, Israel, dan AS. Serangan terhadap sejumlah fasilitas Iran pada pertengahan tahun lalu memperburuk hubungan dan menimbulkan korban jiwa signifikan.

Penolakan Iran terhadap inspeksi lanjutan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dikaitkan dengan tuntutan pelonggaran sanksi AS, yang kembali diberlakukan setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Demonstrasi domestik di Iran yang dipicu tekanan ekonomi dinilai sebagian analis sebagai tantangan internal serius, meski intervensi eksternal justru berpotensi memperkuat sentimen nasionalisme di negara tersebut.

Negara-negara Teluk diperkirakan akan mengambil sikap berhati-hati dan menghindari keterlibatan langsung, mengingat risiko eskalasi militer dan dampaknya terhadap stabilitas energi global.

Palestina dan Mandeknya Solusi Dua Negara

Di Palestina, prospek solusi dua negara dinilai semakin menjauh. Pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur terus berlangsung, sementara situasi keamanan di Gaza tetap rentan. Penolakan Hamas untuk melucuti senjata menjadi salah satu faktor yang digunakan Israel untuk melanjutkan operasi militernya.

Perbedaan pandangan terkait peran Pasukan Stabilisasi Internasional juga memperumit situasi, dengan Israel menilai kehadiran pasukan tersebut berpotensi membatasi ruang geraknya.

Libanon di Persimpangan

Tekanan terhadap pemerintah Libanon untuk melucuti Hezbollah memicu polarisasi internal. Sebagian kelompok melihat Hezbollah sebagai bagian dari masalah, sementara lainnya menilai kelompok tersebut masih diperlukan di tengah lemahnya kemampuan militer negara. Para pengamat memperingatkan bahwa langkah sepihak tanpa konsensus nasional berisiko memicu instabilitas serius.

Secara keseluruhan, Timur Tengah menghadapi fase ketidakpastian yang kian dalam. Peran AS yang dinilai tidak konsisten sebagai penyeimbang, konflik kepentingan regional, perpecahan internal negara-negara Arab, serta lemahnya efektivitas lembaga internasional berkontribusi terhadap meningkatnya ketegangan. Dampaknya berpotensi meluas ke tingkat global, mengingat posisi strategis Timur Tengah bagi stabilitas geopolitik dan ekonomi dunia.

Tags: Amerika Serikatgeopolitik globalIranKeteganganMetapos.idnuklirPengaruhstrategisTimur Tengah
Previous Post

Retret Kabinet di Hambalang, Jajaran Menteri Kompak Kenakan Safari Cokelat

Next Post

Polri Klarifikasi Penangkapan Wartawan di Morowali, Tegaskan Tak Terkait Aktivitas Jurnalistik

Related Posts

Turki minta Interpol tangkap Netanyahu
Internasional

Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu

22 August 2026
Ribuan Robotaxi Siap Beroperasi di Las Vegas
Internasional

Cessna Tabrak Helikopter Polisi, Pilot Tewas

21 August 2026
Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 FE
Internasional

Korut Tembakkan 10 Rudal ke Laut Jepang

21 August 2026
Utang AS Menggunung, Benarkah Amerika di Ambang Bangkrut?
Internasional

Utang AS Menggunung, Benarkah Amerika di Ambang Bangkrut?

20 August 2026
Roberto Carlos Disebut Ucap Syahadat, Benarkah Telah Memeluk Islam?
Internasional

Roberto Carlos Disebut Ucap Syahadat, Benarkah Telah Memeluk Islam?

19 August 2026
Menteri Garis Keras Israel Serukan Bunuh 30-40 Orang di Gaza Tiap Malam
Internasional

Menteri Garis Keras Israel Serukan Bunuh 30-40 Orang di Gaza Tiap Malam

18 August 2026
Next Post
Polri Klarifikasi Penangkapan Wartawan di Morowali, Tegaskan Tak Terkait Aktivitas Jurnalistik

Polri Klarifikasi Penangkapan Wartawan di Morowali, Tegaskan Tak Terkait Aktivitas Jurnalistik

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini