Wednesday, September 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Tiang Monorel Mangkrak 22 Tahun Dibongkar Sutiyoso Apresiasi Keputusan Pemprov DKI

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
14 January 2026
in Nasional
Tiang Monorel Mangkrak 22 Tahun Dibongkar Sutiyoso Apresiasi Keputusan Pemprov DKI

Metapos.id, Jakarta – Kepastian pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang mangkrak selama hampir 22 tahun, disambut lega oleh mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso.

Sutiyoso menyampaikan perasaannya saat menghadiri peninjauan langsung proses pembongkaran bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Rabu (14/1/2026). Ia menyebut keputusan tersebut menjadi penutup dari persoalan panjang proyek monorel Jakarta.

BACA JUGA

Kementerian dan Lembaga Ajukan Tambahan Anggaran 2027, untuk Apa Saja?

Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Terbatas Mulai September

“Jujur saya merasa sangat lega karena akhirnya ada kepastian,” kata Sutiyoso.

Ia mengungkapkan, rencana pembangunan monorel berawal pada awal 2000-an sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan solusi jangka panjang kemacetan ibu kota. Saat itu, pemerintah daerah melibatkan berbagai pakar transportasi untuk menyusun konsep sistem transportasi terpadu.

Dari hasil kajian, disepakati bahwa Jakarta membutuhkan empat moda transportasi utama, yakni MRT bawah tanah, monorel layang, busway, dan waterway yang saling terhubung. Untuk mendukung perencanaan tersebut, Sutiyoso juga melakukan studi banding ke sejumlah negara, seperti Kolombia, Filipina, dan Thailand.

Namun, kondisi sosial dan ekonomi setelah peristiwa Mei 1998 membuat kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih. Pemprov DKI Jakarta kala itu akhirnya memilih memprioritaskan pembangunan busway karena dinilai paling memungkinkan untuk segera dilaksanakan.

“Kalau menunggu kondisi yang benar-benar ideal, pembangunan tidak akan pernah berjalan. Busway yang saat itu bisa langsung dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, proyek monorel tetap masuk dalam rencana. Bahkan pada 2004, proyek tersebut sempat dicanangkan secara resmi oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan rencana pendanaan dari China. Namun, setelah Sutiyoso mengakhiri masa jabatannya pada 2007, proyek monorel tidak berlanjut hingga akhirnya terbengkalai.

“Proyek itu berhenti dan hanya menyisakan tiang-tiang yang merusak estetika kota,” tuturnya.

Menurut Sutiyoso, kondisi tersebut menyisakan dua pilihan, yakni melanjutkan pembangunan atau membongkar tiang monorel. Ia menilai keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membongkar tiang tersebut merupakan langkah paling realistis meski harus diambil dengan pertimbangan berat.

“Ini memang keputusan yang tidak mudah, tapi harus diambil. Yang terpenting sekarang ada kepastian,” ucapnya.

Sutiyoso pun mengapresiasi langkah tegas Pemprov DKI Jakarta dalam menyelesaikan persoalan monorel mangkrak. Ia berharap penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said ke depan dapat memperbaiki wajah kota dan menghilangkan kesan infrastruktur terbengkalai.

“Mudah-mudahan ke depan kawasan ini menjadi lebih tertata dan tidak lagi mengganggu. Walaupun membutuhkan biaya besar, langkah ini tetap harus dilakukan,” pungkasnya.

Tags: Metapos.idPembongkaranPramono AnungSutiyosoterbengkalaitiang monorel
Previous Post

Alissa Wahid: Kritik dan Humor Politik Dilindungi Konstitusi

Next Post

Awan Panas Guguran Gunung Semeru Meluncur Hingga 5 Kilometer

Related Posts

Kementerian dan Lembaga Ajukan Tambahan Anggaran 2027, untuk Apa Saja?
Nasional

Kementerian dan Lembaga Ajukan Tambahan Anggaran 2027, untuk Apa Saja?

2 September 2026
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka secara terbatas mulai 1 September 2026 untuk mencegah kebakaran selama musim kemarau (Foto: Balai TNGR)
Nasional

Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Terbatas Mulai September

2 September 2026
8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Pemerintah Ambil Tindakan
Nasional

8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Pemerintah Ambil Tindakan

2 September 2026
Prabowo Dorong Pembiayaan Perumahan agar Warga Mudah Punya Rumah
Nasional

Prabowo Dorong Pembiayaan Perumahan agar Warga Mudah Punya Rumah

2 September 2026
Pemerintah Ambil Langkah Cepat Cegah Insiden Keamanan Pangan Terulang di Program MBG
Nasional

Pemerintah Evaluasi MBG, Ahli Dorong Sistem Berbasis Data

1 September 2026
BGN Siapkan Efisiensi Program MBG, Anggaran 2026 Berpotensi Dipangkas Rp39 Triliun
Nasional

Sekolah Didorong Jadi Simpul Pengawasan Program MBG

1 September 2026
Next Post
Awan Panas Guguran Gunung Semeru Meluncur Hingga 5 Kilometer

Awan Panas Guguran Gunung Semeru Meluncur Hingga 5 Kilometer

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini