Tuesday, October 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Thrifting Menjamur di Indonesia, Begini Respons Desainer Lokal

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
21 March 2023
in Ekbis
Thrifting Menjamur di Indonesia, Begini Respons Desainer Lokal

JAKARTA,Metapos.id – Fenomena thrifting pakaian bekas impor masih menjadi sorotan banyak pihak hingga saat ini, salah satunya pelaku sektor fesyen di Indonesia.

National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan, impor pakaian bekas sangat merugikan desainer dan industri fesyen lokal, selain dari dampak negatif yang ditimbulkan di sisi lingkungan dan kesehatan.

BACA JUGA

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

“Akibat membanjirnya impor pakaian bekas dapat menurunkan angka penjualan pakaian produksi lokal karena harga kalah bersaing. Dengan merosotnya permintaan produk lokal, maka menyebabkan penurunan produksi produk lokal, termasuk pengurangan tenaga kerja di dalamnya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Maret.

Dampak lainnya adalah kerusakan terhadap lingkungan, yang mana banyak pakaian bekas berasal dari negara lain masuk ke Indonesia sebagai potensi sampah baru.

Umumnya, negara-negara dengan fast fashion menjadikan tren mode sebagai gaya hidup, sehingga demi perputaran tren tersebut, pakaian-pakaian yang telah dianggap habis musim seringkali dibuang setelah hanya beberapa kali digunakan.

“Mengimpor barang-barang ini ke Indonesia tidak hanya memperburuk siklus konsumsi, tetapi juga menambah masalah limbah di negeri ini,” ujarnya.

Selain itu, pakaian bekas impor ilegal juga dapat memengaruhi identitas budaya Indonesia. Sebab, fesyen menjadi aspek kunci dari ekspresi budaya dan ketika pakaian impor murah membanjiri pasar, nantinya dapat merusak keunikan dari fesyen Indonesia itu sendiri.

“Hal ini bisa merugikan industri dalam jangka panjang, karena cenderung membuat lebih sulit desainer Indonesia untuk membangun identitas merek yang unik,” jelas Ali.

Mengingat kekhawatiran ini, Ali menegaskan dirinya dapat mengerti alasan Pemerintah Indonesia melarang impor pakaian bekas ilegal, lantaran semata-mata agar dapat melindungi desainer dan produsen lokal, mengurangi limbah lingkungan, serta melestarikan identitas budaya Indonesia.

Diketahui, IFC adalah organisasi nonprofit yang beranggotakan desainer ahli di bidang fesyen, termasuk pakaian, perhiasan, serta aksesori. Terbentuk sejak 16 Desember 2015, IFC secara konsisten membela nilai-nilai fesyen khas Indonesia, seperti kampanye kreatif yang mengangkat sarung sebagai identitas pakaian lokal melalui “Sarung is My New Denim” (2016).G

Kemudian, membawa karya para desainer Indonesia hingga mendapat panggung dan perhatian di luar negeri, seperti presentasi selama dua hari pada ajang “Front Row” di Kota Paris, Prancis (2022), dan secara rutin menggelar acara yang memperkuat posisi industri fesyen dalam negeri, yakni “Muslim Fashion Festival 2023”, serta “Jakarta Fashion Trend 2023”.

“Sebagai National Chairman IFC, saya merasa penting dalam menganjurkan tindakan ini dan mempromosikan pertumbuhan industri fesyen lokal,” pungkas Ali.

Sekadar informasi, praktik impor pakaian bekas sebenarnya telah lama dilarang oleh pemerintah sejak 2015 melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 51 Tahun 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

Pelarangan tersebut kembali dipertegas melalui Permendag Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan Permendag No 18/2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor, serta larangan untuk pakaian bekas dan barang bekas lainnya sesuai HS 6309.00.00.

Tags: Baju bekas importMetapos.id
Previous Post

Hari Raya Nyepi, PLN: Konsumsi Listrik Turun hingga 40 Persen di Bali

Next Post

Hadirkan Simulator Teknologi Terbaru, KCIC Bantu Persiapkan Masinis Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Related Posts

AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Staffinc menghadirkan solusi tenaga kerja berorientasi hasil melalui rekrutmen, pelatihan, supervisi, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung kinerja perusahaan.
Ekbis

Staffinc Siapkan Solusi Tenaga Kerja untuk 2027

27 October 2026
BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
Ekbis

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

27 October 2026
Sengketa Merek Denza, BYD dan Worcas Hadapi Gugatan di Pengadilan
Ekbis

Sengketa Merek Denza, BYD dan Worcas Hadapi Gugatan di Pengadilan

26 October 2026
BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Tembus Pasar Global
Ekbis

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Tembus Pasar Global

24 October 2026
Next Post
Hadirkan Simulator Teknologi Terbaru, KCIC Bantu Persiapkan Masinis Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Hadirkan Simulator Teknologi Terbaru, KCIC Bantu Persiapkan Masinis Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini