Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Surplus Neraca Perdagangan Bukti Pemulihan Ekonomi RI Berlanjut

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
17 February 2023
in Ekbis
Kabar Baik, Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2022 Surplus 2,90 Miliar Dolar AS

JAKARTA,Metapos.id– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 3,87 miliar dolar AS di Januari yang lalu mengindikasikan sejumlah hal positif di tengah tekanan global yang meningkat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan torehan positif itu ditopang pertumbuhan ekspor 16,3 persen year on year (yoy) menjadi 22,3 miliar dolar AS.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

Menurut dia, peningkatan ekspor didukung oleh kenaikan pengiriman komoditas migas maupun nonmigas, yang masih masing-masing melonjak 65 persen dan 13,9 persen.

“Beberapa komoditas utama yang mendukung positifnya kinerja ekspor di antaranya logam mulia dan perhiasan/permata serta karet dan barang dari karet,” ujarnya saat menyampaikan keterangan pers pada Kamis, 16 Februari.

Sementara di sisi impor, tercatat tumbuh 1,2 persen menjadi 18,4 miliar dolar AS dengan dominasi barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku penolong sebesar 1 persen, 5,6 persen, dan 0,4 persen.

“Pertumbuhan semua jenis impor yang konsisten positif di semua jenis menunjukkan bahwa aktivitas produksi di dalam negeri masih terus ekspansif yang sejalan dengan indikator PMI manufaktur yang meningkat di bulan Januari,” tuturnya.

Adapun, penyumbang surplus terbesar berasal dari negara Amerika Serikat, Filipina, dan India dengan komoditas utama bahan bakar mineral, produk sawit, serta mesin.

“Surplus neraca perdagangan pada awal tahun ini merupakan awal yang baik dalam memperkuat resiliensi perekonomian nasional dalam menghadapi tantangan global ke depan,” tegas Febrio.

Sebagai informasi, Indonesia berhasil meraih pertumbuhan sebesar 5,31 persen pada sepanjang 2022 yang lalu. Bukuan itu dianggap cukup baik bila dibandingkan dengan proyeksi IMF maupun Bank Dunia atas perekonomian global yang hanya di kisaran 3 persen.

Pemerintah sendiri menargetkan ekonomi masih bisa tumbuh 4,5-5,3 persen untuk periode 2023. Tingginya rentang angka yang dibidik mencerminkan situasi ketidakpastian yang dipicu oleh faktor eksternal.

Tags: Kementerian keuanganMetapos.idNeraca perdagangan
Previous Post

Bazar UMKM untuk Indonesia

Next Post

Penjualan Properti Melambat di Tengah Kenaikan Harga, Gara-gara Tingginya Suku Bunga?

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Kinerja Properti Industri dan Perhotelan Mulai Pulih

Penjualan Properti Melambat di Tengah Kenaikan Harga, Gara-gara Tingginya Suku Bunga?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini