Saturday, May 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Sriwijaya Jadi Pusat Keilmuan Asia Sejak Abad ke-7, Mendahului Oxford Berabad-abad

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
23 May 2026
in Lifestyle & Health
Sriwijaya Jadi Pusat Keilmuan Asia Sejak Abad ke-7, Mendahului Oxford Berabad-abad

Metapos.id, Jakarta – Jauh sebelum universitas modern berkembang di Eropa, Nusantara sudah memiliki pusat pendidikan yang menarik perhatian dunia. Peran tersebut dijalankan oleh Kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai tujuan belajar para pelajar dan biksu dari berbagai wilayah Asia.

Sejumlah catatan sejarah menyebut Sriwijaya telah tumbuh sebagai pusat pembelajaran agama Buddha sejak abad ke-7 Masehi. Dengan usia tersebut, keberadaannya jauh mendahului Universitas Oxford yang mulai berkembang pada akhir abad ke-11.

BACA JUGA

Gunung Bromo Tutup Saat Yadnya Kasada 2026, Wisata Kembali Dibuka 3 Juni

Dokter Ungkap Waktu Ideal Ganti Sikat Gigi, Jangan Tunggu Bulu Mekar

Selain menguasai jalur perdagangan laut, Sriwijaya juga memperkuat posisinya sebagai pusat ilmu pengetahuan. Kerajaan ini berhasil membangun lingkungan pendidikan yang dikenal luas di kawasan Asia.

Bukti mengenai aktivitas pendidikan itu muncul dalam catatan perjalanan biksu asal Tiongkok, I-Tsing. Ia datang ke Sriwijaya pada tahun 671 Masehi untuk mendalami bahasa Sanskerta sebelum melanjutkan perjalanan ke India.

Selama menetap di sana, I-Tsing menyaksikan banyak pelajar dan biksu dari berbagai negara menimba ilmu. Selain itu, ia menggambarkan Sriwijaya sebagai wilayah yang memiliki kehidupan akademik yang aktif.

Kualitas pendidikan di Sriwijaya tidak lepas dari peran para pengajar. Banyak biksu yang mengajar pernah menempuh pendidikan di Nalanda, lembaga pembelajaran Buddha terkemuka di India pada masa itu.

Karena memiliki mutu pendidikan yang tinggi, Sriwijaya kerap menjadi tempat persiapan bagi para pelajar. Setelah memperoleh bekal ilmu, mereka melanjutkan pendidikan ke Nalanda.

Popularitas Sriwijaya juga menarik perhatian tokoh-tokoh Buddha ternama. Salah satunya adalah Atisha Dipamkara yang datang ke Sumatra pada awal abad ke-11 untuk memperdalam ajaran Buddha.

Atisha kemudian belajar kepada Dharmakirti selama bertahun-tahun. Setelah itu, ia kembali ke India dan menyebarkan pengetahuan yang diperolehnya selama berada di Sriwijaya.

Namun, masa kejayaan tersebut perlahan memudar. Memasuki abad ke-13, Sriwijaya menghadapi berbagai persoalan politik dan tekanan dari kekuatan lain di kawasan.

Akibat kondisi tersebut, pengaruh kerajaan semakin berkurang. Meski begitu, warisan Sriwijaya sebagai pusat pendidikan penting di Asia tetap tercatat dalam berbagai sumber sejarah.

Hingga kini, kisah Sriwijaya menunjukkan bahwa Nusantara pernah memainkan peran besar dalam perkembangan pendidikan dan keilmuan. Selain itu, sejarah tersebut menjadi bukti kontribusi Indonesia dalam jaringan intelektual Asia pada masa lampau.

Tags: Metapos.id
Previous Post

Dokter Ungkap Waktu Ideal Ganti Sikat Gigi, Jangan Tunggu Bulu Mekar

Next Post

Gunung Bromo Tutup Saat Yadnya Kasada 2026, Wisata Kembali Dibuka 3 Juni

Related Posts

Gunung Bromo Tutup Saat Yadnya Kasada 2026, Wisata Kembali Dibuka 3 Juni
Lifestyle & Health

Gunung Bromo Tutup Saat Yadnya Kasada 2026, Wisata Kembali Dibuka 3 Juni

23 May 2026
Dokter Ungkap Waktu Ideal Ganti Sikat Gigi, Jangan Tunggu Bulu Mekar
Lifestyle & Health

Dokter Ungkap Waktu Ideal Ganti Sikat Gigi, Jangan Tunggu Bulu Mekar

23 May 2026
Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah
Lifestyle & Health

Terlalu Sering Konsumsi Indomie Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis

23 May 2026
Cuaca Panas Melanda, Ini Minuman yang Cocok Cegah Dehidrasi
Lifestyle & Health

Cuaca Panas Melanda, Ini Minuman yang Cocok Cegah Dehidrasi

23 May 2026
Daftar Temuan BPOM 2026: 22 Kopi, Suplemen, dan Herbal Mengandung Bahan Kimia Obat
Lifestyle & Health

Daftar Temuan BPOM 2026: 22 Kopi, Suplemen, dan Herbal Mengandung Bahan Kimia Obat

22 May 2026
95% Warga Indonesia Rutin Beribadah, Tertinggi di Dunia
Lifestyle & Health

95% Warga Indonesia Rutin Beribadah, Tertinggi di Dunia

22 May 2026
Next Post
Gunung Bromo Tutup Saat Yadnya Kasada 2026, Wisata Kembali Dibuka 3 Juni

Gunung Bromo Tutup Saat Yadnya Kasada 2026, Wisata Kembali Dibuka 3 Juni

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini