Thursday, September 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Soal Kemiskinan, Pengamat: Pemerintah Harus Fokus Atasi Masalah Pendidikan hingga Perlindungan Sosial

Afizahri by Afizahri
20 January 2023
in Ekbis
Soal Kemiskinan, Pengamat: Pemerintah Harus Fokus Atasi Masalah Pendidikan hingga Perlindungan Sosial

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kemiskinan ekstrem menjadi salah satu fokus pemerintah pada tahun ini.

Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi mencapai lima persen akan beriringan dengan tingkat kesenjangan yang makin melebar.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

Oleh karena itu, pemerintah akan menggunakan instrumen fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengatasi masalah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kemiskinan ekstrem di Indonesia tidak bisa hilang sepenuhnya.

Sebab, kemiskinan di Indonesia tak hanya bersifat karena siklus ekonomi, tetapi juga ada kemiskinan yang sifatnya struktural.

“(Kemiskinan yang sifatnya siklus) ini, kan, salah satu tantangan karena efek dari pandemi, inflasi, kenaikan harga bahan makanan, kenaikan LPG nonsubsidi, kemudian kenaikan BBM 30 persen, tetapi juga ada kemiskinan yang sifatnya ekstrem atau struktural, kalau ini beda penanganannya,” kata Bhima kepada wartawan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 19 Januari.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia naik 0,20 juta menjadi 26,36 juta orang per September 2022. Sedangkan, dari segi Garis Kemiskinan (GK), persentasenya naik 5,95 persen menjadi Rp535.547 per kapita tiap bulan.

Menurut BPS, ada empat faktor yang menyebabkan naiknya tingkat kemiskinan di Indonesia, di antaranya penyesuaian harga BBM, kenaikan harga komoditas bahan pokok, tingginya angka penduduk kerja yang terdampak pandemi dan PHK, serta kondisi perekonomian pada triwulan III-2022.

Menurut Bhima, data yang disampaikan BPS masih belum lengkap, seperti yang digambarkan oleh Bank Dunia. Sementara, jika menggunakan data Bank Dunia, jumlah orang miskin di Indonesia akan jauh lebih banyak.

“Memang garis kemiskinan BPS sudah konsisten segitu, tetapi perlu juga dilengkapi dari garis kemiskinan lewat bank dunia, maka akan lebih banyak orang miskin di Indonesia, jangan hanya terpaku pada satu indikator,” ujarnya.

Untuk mengentaskan kemiskinan struktural, kata Bhima, pemerintah harus fokus mengatasi masalah di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

“Perlindungan sosial itu di 2023 cuma 2,25 persen dari PDB, ini yang perlu didorong oleh pemerintah. Kemudian, bansos, bantuan subsidi upah, itu harus dinaikkan. Selain dari BSU itu, juga ada PKH, yang penting datanya tepat sasaran,” pungkasnya.

Tags: Metapos.idSri Mulyani
Previous Post

Dorong Islamic Ecosystem, Peserta Talenta Wirausaha BSI 2023 Diperluas Hingga Pesantren

Next Post

Bank Indonesia Ungkap Fenomena Raibnya Dolar dari Kantong Eksportir

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
BI Punya Ruang Kurangi Agresivitas Kenaikan Suku Bunga

Bank Indonesia Ungkap Fenomena Raibnya Dolar dari Kantong Eksportir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini