Monday, August 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Siapa Pengganti Khamenei? Ini Skenario Politik dan Dampaknya ke Timur Tengah

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
2 March 2026
in Internasional
Siapa Pengganti Khamenei? Ini Skenario Politik dan Dampaknya ke Timur Tengah

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Iran mengumumkan masa transisi kepemimpinan menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei. Untuk sementara, kewenangan tertinggi negara diawasi oleh Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Yudisial Gholamhossein Mohseni Ejei, serta seorang anggota Dewan Garda.

Sesuai konstitusi Iran, pengganti Khamenei harus dipilih oleh Majelis Ahli Kepemimpinan—lembaga beranggotakan 88 ulama yang dipilih setiap delapan tahun. Namun, hanya kandidat yang disetujui sistem Republik Islam yang dapat maju, sehingga mayoritas anggotanya dikenal berasal dari kalangan garis keras.

BACA JUGA

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

Konstitusi juga mewajibkan pemilihan dilakukan secepat mungkin. Pada 1989, Khamenei ditunjuk pada hari yang sama ketika pendahulunya, Ruhollah Khomeini, wafat. Namun kondisi saat ini jauh lebih kompleks, mengingat Iran tengah menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel, yang menyulitkan pengumpulan anggota majelis secara cepat karena alasan keamanan.

Suksesi yang Sudah Dipersiapkan

Menurut berbagai laporan, elite politik dan militer Iran telah lama mengantisipasi skenario ini, terutama setelah konflik singkat selama 12 hari pada Juni 2025. Ketika itu, sejumlah ilmuwan nuklir dan komandan tinggi tewas dalam serangan Israel, memperjelas bahwa Khamenei juga menjadi target.

Media internasional melaporkan bahwa sebelum wafat, Khamenei telah mengidentifikasi beberapa ulama senior sebagai kandidat penerus. Nama putranya, Mojtaba Khamenei, juga kerap disebut dalam spekulasi, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

Serangan terbaru pada 28 Februari 2026 juga dilaporkan menewaskan Panglima IRGC Mohammad Pakpour serta pejabat tinggi keamanan lainnya. Struktur kekuasaan Iran kini dinilai para analis berada dalam “mode bertahan hidup”.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran akan menggunakan seluruh kapasitas pertahanan berdasarkan hak membela diri untuk menjaga kedaulatan negara.

Risiko Konflik Regional

Sejumlah pengamat menilai situasi ini sebagai momen krusial bagi kelangsungan Republik Islam. Ellie Geranmayeh dari European Council on Foreign Relations menyebut kondisi saat ini sebagai “momen eksistensial” bagi Iran.

Sanam Vakil dari Chatham House menilai Iran mungkin akan memperluas konflik ke kawasan sebagai strategi bertahan hidup. Sementara Danny Citrinowicz dari Institute for National Security Studies memperingatkan bahwa jika asumsi AS dan Israel tentang melemahnya rezim Iran keliru, konsekuensinya bisa sangat serius.

Kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan—yang dikenal sebagai Poros Perlawanan—berpotensi ikut terlibat, meningkatkan risiko perang di banyak front sekaligus.

Awal Perang Panjang?

Analis memperingatkan bahwa konflik ini bisa menjadi awal perang berkepanjangan di Timur Tengah. Jalur diplomatik dinilai semakin sempit, meskipun komunitas internasional didesak untuk mendorong Washington dan Teheran kembali ke meja perundingan.

Kini perhatian dunia tertuju pada siapa yang akan menggantikan Khamenei. Apakah suksesi ini akan membawa stabilitas baru, atau justru membuka babak konfrontasi yang lebih luas bagi Iran dan kawasan?

Tags: Ali Khamenei wafatMajelis Ahli KepemimpinanMasoud PezeshkianMetapos.idsuksesi Pemimpin Tertinggi Iran
Previous Post

Mantan Wapres RI Try Sutrisno Berpulang di Usia 90 Tahun

Next Post

MK Tolak Uji Materi Pasal Demo KUHP, Pidana Hanya Berlaku Jika Timbulkan Keonaran

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

29 August 2026
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Internasional

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

28 August 2026
Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO
Internasional

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

28 August 2026
Pangeran Harry
Internasional

Harry dan Meghan Kembali ke Inggris

28 August 2026
Alternative for Germany (AfD)
Internasional

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman, Dewan Islam Mengecam

27 August 2026
Mojtaba Khamenei
Internasional

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup

27 August 2026
Next Post
MK Tolak Uji Materi Pasal Demo KUHP, Pidana Hanya Berlaku Jika Timbulkan Keonaran

MK Tolak Uji Materi Pasal Demo KUHP, Pidana Hanya Berlaku Jika Timbulkan Keonaran

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini