Friday, July 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Siapa Pengganti Khamenei? Ini Skenario Politik dan Dampaknya ke Timur Tengah

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
2 March 2026
in Internasional
Siapa Pengganti Khamenei? Ini Skenario Politik dan Dampaknya ke Timur Tengah

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Iran mengumumkan masa transisi kepemimpinan menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei. Untuk sementara, kewenangan tertinggi negara diawasi oleh Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Yudisial Gholamhossein Mohseni Ejei, serta seorang anggota Dewan Garda.

Sesuai konstitusi Iran, pengganti Khamenei harus dipilih oleh Majelis Ahli Kepemimpinan—lembaga beranggotakan 88 ulama yang dipilih setiap delapan tahun. Namun, hanya kandidat yang disetujui sistem Republik Islam yang dapat maju, sehingga mayoritas anggotanya dikenal berasal dari kalangan garis keras.

BACA JUGA

AS Siapkan Berbagai Opsi Hadapi Kuba, Termasuk Langkah Militer

Kisah Haru Lamine Yamal, Ayah Memulung Demi Keluarga: Piala Dunia Bukan Segalanya

Konstitusi juga mewajibkan pemilihan dilakukan secepat mungkin. Pada 1989, Khamenei ditunjuk pada hari yang sama ketika pendahulunya, Ruhollah Khomeini, wafat. Namun kondisi saat ini jauh lebih kompleks, mengingat Iran tengah menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel, yang menyulitkan pengumpulan anggota majelis secara cepat karena alasan keamanan.

Suksesi yang Sudah Dipersiapkan

Menurut berbagai laporan, elite politik dan militer Iran telah lama mengantisipasi skenario ini, terutama setelah konflik singkat selama 12 hari pada Juni 2025. Ketika itu, sejumlah ilmuwan nuklir dan komandan tinggi tewas dalam serangan Israel, memperjelas bahwa Khamenei juga menjadi target.

Media internasional melaporkan bahwa sebelum wafat, Khamenei telah mengidentifikasi beberapa ulama senior sebagai kandidat penerus. Nama putranya, Mojtaba Khamenei, juga kerap disebut dalam spekulasi, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

Serangan terbaru pada 28 Februari 2026 juga dilaporkan menewaskan Panglima IRGC Mohammad Pakpour serta pejabat tinggi keamanan lainnya. Struktur kekuasaan Iran kini dinilai para analis berada dalam “mode bertahan hidup”.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran akan menggunakan seluruh kapasitas pertahanan berdasarkan hak membela diri untuk menjaga kedaulatan negara.

Risiko Konflik Regional

Sejumlah pengamat menilai situasi ini sebagai momen krusial bagi kelangsungan Republik Islam. Ellie Geranmayeh dari European Council on Foreign Relations menyebut kondisi saat ini sebagai “momen eksistensial” bagi Iran.

Sanam Vakil dari Chatham House menilai Iran mungkin akan memperluas konflik ke kawasan sebagai strategi bertahan hidup. Sementara Danny Citrinowicz dari Institute for National Security Studies memperingatkan bahwa jika asumsi AS dan Israel tentang melemahnya rezim Iran keliru, konsekuensinya bisa sangat serius.

Kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan—yang dikenal sebagai Poros Perlawanan—berpotensi ikut terlibat, meningkatkan risiko perang di banyak front sekaligus.

Awal Perang Panjang?

Analis memperingatkan bahwa konflik ini bisa menjadi awal perang berkepanjangan di Timur Tengah. Jalur diplomatik dinilai semakin sempit, meskipun komunitas internasional didesak untuk mendorong Washington dan Teheran kembali ke meja perundingan.

Kini perhatian dunia tertuju pada siapa yang akan menggantikan Khamenei. Apakah suksesi ini akan membawa stabilitas baru, atau justru membuka babak konfrontasi yang lebih luas bagi Iran dan kawasan?

Tags: Ali Khamenei wafatMajelis Ahli KepemimpinanMasoud PezeshkianMetapos.idsuksesi Pemimpin Tertinggi Iran
Previous Post

Mantan Wapres RI Try Sutrisno Berpulang di Usia 90 Tahun

Next Post

MK Tolak Uji Materi Pasal Demo KUHP, Pidana Hanya Berlaku Jika Timbulkan Keonaran

Related Posts

Suporter Serukan “Jangan Pensiun” untuk Lionel Messi usai Semifinal
Internasional

AS Siapkan Berbagai Opsi Hadapi Kuba, Termasuk Langkah Militer

16 July 2026
Kisah Haru Lamine Yamal, Ayah Memulung Demi Keluarga: Piala Dunia Bukan Segalanya
Internasional

Kisah Haru Lamine Yamal, Ayah Memulung Demi Keluarga: Piala Dunia Bukan Segalanya

16 July 2026
Baru Antar Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Langsung Diteror Percobaan Perampokan
Internasional

Baru Antar Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Langsung Diteror Percobaan Perampokan

16 July 2026
Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Pelatih Spanyol Klaim Timnya Terbaik di Dunia
Internasional

Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan, 14 Ribu Orang Dilaporkan Tewas

15 July 2026
Trump Ultimatum Iran, Pembangkit Listrik dan Jembatan Jadi Target Serangan
Internasional

Trump Ultimatum Iran, Pembangkit Listrik dan Jembatan Jadi Target Serangan

15 July 2026
TUKS Petrokimia Gresik Raih Nilai 94 Persen, Jadi Pelabuhan Terbaik Nasional
Internasional

Trump Ganti Tarif Selat Hormuz dengan Kesepakatan Investasi Negara-Negara Teluk

15 July 2026
Next Post
MK Tolak Uji Materi Pasal Demo KUHP, Pidana Hanya Berlaku Jika Timbulkan Keonaran

MK Tolak Uji Materi Pasal Demo KUHP, Pidana Hanya Berlaku Jika Timbulkan Keonaran

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini