Saturday, August 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan, 14 Ribu Orang Dilaporkan Tewas

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
15 July 2026
in Internasional
Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Pelatih Spanyol Klaim Timnya Terbaik di Dunia

Metapos.id, Jakarta – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak akhir Juni terus memakan korban jiwa. Data kematian awal menunjukkan sedikitnya 14.000 orang meninggal di enam negara yang terdampak paling parah.  

Laporan tersebut mengungkap lonjakan angka kematian jauh di atas tingkat normal. Para peneliti menilai peningkatan itu berkaitan erat dengan suhu ekstrem yang melanda kawasan tersebut.  

BACA JUGA

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

Jerman menjadi negara dengan jumlah korban tertinggi, yakni sekitar 6.800 kematian. Sementara Prancis mencatat sekitar 2.000 korban jiwa dan Belgia sekitar 1.740 kematian selama paruh kedua Juni.  

Di Inggris, sekitar 2.200 orang dilaporkan meninggal akibat dampak gelombang panas. Adapun Spanyol dan Belanda masing-masing mencatat sekitar 810 serta 480 kematian.  

Peneliti menyebut tidak menemukan ancaman kesehatan lain yang dapat menjelaskan lonjakan kematian tersebut. Karena itu, gelombang panas diyakini menjadi faktor utama di balik meningkatnya angka kematian.  

Suhu udara di sejumlah negara Eropa bahkan mendekati hingga melampaui 40 derajat Celsius. Pada pekan terakhir Juni, beberapa wilayah juga mencatat rekor suhu tertinggi selama periode gelombang panas.  

Kelompok lansia menjadi yang paling rentan terhadap cuaca ekstrem ini. Paparan suhu tinggi dapat memicu heatstroke sekaligus memperburuk penyakit jantung dan gangguan pernapasan.  

Fenomena tersebut kembali menjadi peringatan mengenai dampak serius perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat. Para ahli menilai langkah mitigasi dan sistem peringatan dini perlu terus diperkuat untuk mengurangi risiko korban jiwa di masa mendatang.  

Tags: Cuaca ekstremEropagelombang panas EropaHeadlinekorban tewasMetapos.idPerubahan iklimsuhu tinggi
Previous Post

Kenapa Piala Dunia Hanya Digelar Empat Tahun Sekali? Ini Alasannya

Next Post

Ketua Komisi II Kritik Pola Kerja Oknum ASN: Absen, Ngopi, Sore Absen Lagi

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

29 August 2026
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Internasional

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

28 August 2026
Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO
Internasional

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

28 August 2026
Pangeran Harry
Internasional

Harry dan Meghan Kembali ke Inggris

28 August 2026
Alternative for Germany (AfD)
Internasional

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman, Dewan Islam Mengecam

27 August 2026
Mojtaba Khamenei
Internasional

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup

27 August 2026
Next Post
Ketua Komisi II Kritik Pola Kerja Oknum ASN: Absen, Ngopi, Sore Absen Lagi

Ketua Komisi II Kritik Pola Kerja Oknum ASN: Absen, Ngopi, Sore Absen Lagi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini