Metapos.id, Jakarta — Situasi perang antara Rusia dan Ukraina kembali mengalami peningkatan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan terdampak konflik tersebut.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa WNI yang berada di Rusia maupun Ukraina masih dalam keadaan aman.
Kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan yang dilakukan KBRI Kyiv dan KBRI Moskow di wilayah kerja masing-masing.
“Berdasarkan pantauan KBRI Kyiv dan KBRI Moskow di wilayah akreditasi masing-masing, WNI di Rusia dan Ukraina hingga saat ini dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Heni,” dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026).
Untuk menjaga keselamatan WNI, KBRI Kyiv dan KBRI Moskow tetap menjalin komunikasi dengan warga Indonesia yang berada di kedua negara tersebut.
Komunikasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus memastikan kondisi WNI tetap terpantau.
Data KBRI Kyiv per Juni 2026 menunjukkan terdapat 80 WNI yang berada di Ukraina. Sedangkan KBRI Moskow mencatat 1.325 WNI berada di Rusia berdasarkan data per 10 September 2025.
Walaupun belum terdapat laporan WNI yang menjadi korban atau terdampak, Kemlu mengingatkan seluruh WNI untuk tetap berhati-hati.
“Menghindari perjalanan yang tidak esensial ke wilayah dengan aktivitas serangan, serta senantiasa memantau informasi dan arahan resmi dari otoritas setempat,” ucap Heni.
Kemlu juga mengingatkan WNI agar segera mencari tempat perlindungan apabila otoritas setempat mengeluarkan peringatan serangan.
Selain itu, dokumen penting dan kebutuhan utama disarankan selalu berada di tempat yang mudah diambil ketika kondisi darurat terjadi.
Menurut Heni, Kemlu bersama KBRI Kyiv dan KBRI Moskow akan terus mengikuti perkembangan situasi keamanan di Rusia dan Ukraina.
Koordinasi dengan pihak berwenang setempat juga dilakukan secara intensif agar langkah perlindungan terhadap WNI dapat segera dijalankan apabila diperlukan.
Bagi WNI yang menghadapi keadaan darurat di Ukraina, bantuan dapat diakses melalui Hotline KBRI Kyiv di +380 50 334 7917. Sementara itu, WNI di Rusia dapat menghubungi Hotline KBRI Moskow di +7 985 757502410.
Serangan Drone Hantam Moskwa
Peningkatan ketegangan sebelumnya ditandai dengan serangan drone dalam jumlah besar yang menyasar wilayah Moskwa dan kawasan sekitarnya pada Minggu (20/9/2026).
Serangan tersebut terjadi bertepatan dengan hari terakhir pelaksanaan pemilihan parlemen Rusia.
Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin mengatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat sekitar 1.600 drone. Sebanyak 450 drone di antaranya disebut berhasil dihentikan ketika mendekati pusat kota.
Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada sejumlah fasilitas. Sedikitnya dua orang meninggal dunia, sementara 20 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kilang minyak dan kawasan pergudangan logistik turut dilaporkan terdampak serangan.
Di Ramenskoye, serangan tersebut memicu kebakaran pada sebuah gedung hunian 21 lantai. Sedikitnya 600 warga kemudian harus dievakuasi dari bangunan tersebut.
Gubernur Wilayah Moskwa Andrei Vorobyov mengatakan sejumlah permukiman serta fasilitas gudang logistik ikut menjadi sasaran.
Di sisi lain, Kommersant melaporkan empat bandara utama di sekitar Moskwa sempat menghentikan operasionalnya. Penutupan tersebut berdampak pada pembatalan lebih dari 30 penerbangan domestik dan internasional.






