Monday, September 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Sebut WNI dalam Kondisi Aman

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
21 September 2026
in Internasional
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Sebut WNI dalam Kondisi Aman

Metapos.id, Jakarta — Situasi perang antara Rusia dan Ukraina kembali mengalami peningkatan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan terdampak konflik tersebut.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa WNI yang berada di Rusia maupun Ukraina masih dalam keadaan aman.

BACA JUGA

Iran Sampaikan 6 Syarat untuk Akhiri Perang dengan AS

Trump Umumkan Pembentukan Pasukan AI

Kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan yang dilakukan KBRI Kyiv dan KBRI Moskow di wilayah kerja masing-masing.

“Berdasarkan pantauan KBRI Kyiv dan KBRI Moskow di wilayah akreditasi masing-masing, WNI di Rusia dan Ukraina hingga saat ini dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Heni,” dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026).

Untuk menjaga keselamatan WNI, KBRI Kyiv dan KBRI Moskow tetap menjalin komunikasi dengan warga Indonesia yang berada di kedua negara tersebut.

Komunikasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus memastikan kondisi WNI tetap terpantau.

Data KBRI Kyiv per Juni 2026 menunjukkan terdapat 80 WNI yang berada di Ukraina. Sedangkan KBRI Moskow mencatat 1.325 WNI berada di Rusia berdasarkan data per 10 September 2025.

Walaupun belum terdapat laporan WNI yang menjadi korban atau terdampak, Kemlu mengingatkan seluruh WNI untuk tetap berhati-hati.

“Menghindari perjalanan yang tidak esensial ke wilayah dengan aktivitas serangan, serta senantiasa memantau informasi dan arahan resmi dari otoritas setempat,” ucap Heni.

Kemlu juga mengingatkan WNI agar segera mencari tempat perlindungan apabila otoritas setempat mengeluarkan peringatan serangan.

Selain itu, dokumen penting dan kebutuhan utama disarankan selalu berada di tempat yang mudah diambil ketika kondisi darurat terjadi.

Menurut Heni, Kemlu bersama KBRI Kyiv dan KBRI Moskow akan terus mengikuti perkembangan situasi keamanan di Rusia dan Ukraina.

Koordinasi dengan pihak berwenang setempat juga dilakukan secara intensif agar langkah perlindungan terhadap WNI dapat segera dijalankan apabila diperlukan.

Bagi WNI yang menghadapi keadaan darurat di Ukraina, bantuan dapat diakses melalui Hotline KBRI Kyiv di +380 50 334 7917. Sementara itu, WNI di Rusia dapat menghubungi Hotline KBRI Moskow di +7 985 757502410.

Serangan Drone Hantam Moskwa

Peningkatan ketegangan sebelumnya ditandai dengan serangan drone dalam jumlah besar yang menyasar wilayah Moskwa dan kawasan sekitarnya pada Minggu (20/9/2026).

Serangan tersebut terjadi bertepatan dengan hari terakhir pelaksanaan pemilihan parlemen Rusia.

Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin mengatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat sekitar 1.600 drone. Sebanyak 450 drone di antaranya disebut berhasil dihentikan ketika mendekati pusat kota.

Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada sejumlah fasilitas. Sedikitnya dua orang meninggal dunia, sementara 20 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kilang minyak dan kawasan pergudangan logistik turut dilaporkan terdampak serangan.

Di Ramenskoye, serangan tersebut memicu kebakaran pada sebuah gedung hunian 21 lantai. Sedikitnya 600 warga kemudian harus dievakuasi dari bangunan tersebut.

Gubernur Wilayah Moskwa Andrei Vorobyov mengatakan sejumlah permukiman serta fasilitas gudang logistik ikut menjadi sasaran.

Di sisi lain, Kommersant melaporkan empat bandara utama di sekitar Moskwa sempat menghentikan operasionalnya. Penutupan tersebut berdampak pada pembatalan lebih dari 30 penerbangan domestik dan internasional.

Tags: KBRI KyivKBRI MoskwaKemlu RIMetapos.idPerang Rusia Ukrainaserangan droneWNI RusiaWNI Ukraina
Previous Post

Review A Bona Fide Killer, Perpaduan Laga dan Drama yang Solid

Related Posts

Iran Sampaikan 6 Syarat untuk Akhiri Perang dengan AS
Internasional

Iran Sampaikan 6 Syarat untuk Akhiri Perang dengan AS

21 September 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Internasional

Trump Umumkan Pembentukan Pasukan AI

21 September 2026
Ed Sheeran menangis saat membahas Gaza di atas panggung. Ia menyoroti kehancuran, korban sipil, serta ketidakadilan di Tepi Barat.
Internasional

Ed Sheeran Menangis Bahas Gaza

21 September 2026
PM Qatar Sheikh Mohammed memperingatkan Timur Tengah agar tidak terjebak siklus eskalasi usai perang AS-Israel-Iran berdampak pada keamanan dan ekonomi kawasan.
Internasional

PM Qatar Peringatkan Eskalasi Timur Tengah

21 September 2026
Iran Ajukan 7 Syarat ke AS untuk Akhiri Konflik Hormuz
Internasional

Iran Ajukan 7 Syarat ke AS untuk Akhiri Konflik Hormuz

20 September 2026
Pemerintah Korea Selatan menyiapkan izin penggunaan pil aborsi hingga usia kehamilan sembilan minggu dan menargetkan penerapannya pada kuartal pertama 2027.
Internasional

Korea Selatan Bakal Izinkan Pil Aborsi

17 September 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini