Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Sepertiga Negara Dunia Terlilit Utang Besar, Kondisi Indonesia Seperti Apa?

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
12 October 2022
in Ekbis
Utang Luar Negeri Indonesia Turun 4,2 Miliar Dolar AS dalam Tiga Bulan

JAKARTA,Metapos.id – Situasi global yang masih diliputi ketidakpastian dianggap membawa dampak tersendiri bagi kemampuan sebuah negara dalam mengelola keuangan. Salah satu yang kini cukup dikhawatirkan adalah melonjaknya utang akibat tren kenaikan suku bunga.

Pasalnya, dengan rate interest yang melambung dipastikan kebutuhan biaya dana atau cost of fund bakal ikut membengkak.

BACA JUGA

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

Situasi itu yang tergambar dari pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dari Amerika Serikat pada pekan ini.

“Kondisi banyak negara dunia memang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 12 Oktober.

Malahan, Menkeu menyebut jika jeratan utang besar tengah mengintai sejumlah negara karena perubahan cukup signifikan pada ekonomi global.

“Sepertiga negara di dunia akan mengalami tekanan ekonomi dalam 4-6 bulan kedepan baik karena kesulitan akibat beban utang yang tinggi, ditambah lemahnya fundamental makroekonomi dan isu stabilitas politik. Ini terjadi tidak saja di negara berkembang, namun juga kondisi di banyak negara maju,” tuturnya.

Lantas bagaimana dengan utang Indonesia?

Mengutip data terbaru yang dilansir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diketahui bahwa utang pemerintah sampai dengan akhir Agustus 2022 adalah sebesar Rp7.236,6 triliun atau setara dengan 38,2 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Angka itu naik sekitar Rp73,4 triliun dari posisi Juli 2022 yang tercatat senilai Rp7.163,1 triliun atau 37,9 persen dari PDB.

“Peningkatan tersebut terjadi terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan belanja selama tiga tahun masa relaksasi akibat COVID-19,” ungkap Kemenkeu dalam risalahnya dikutip Rabu, 10 Oktober.

Pemerintah sendiri mengklaim jika jumlah kewajiban ini masih terkendali berdasarkan acuan Undang-Undang Keuangan Negara Nomor 17 tahun 2003 serta Undang-undang APBN. Sepasang beleid itu menetapkan bahwa rasio utang masih aman jika di bawah batas 60 persen terhadap PDB.

“Tantangan ke depan akan semakin berat karena krisis pangan dan energi menjadi batu sandungan lain yang perlu diwaspadai setelah pandemi berlalu sehingga disiplin fiskal terutama pengelolaan utang akan terus dijaga agar ekonomi terus berjalan,” tulis laporan Kemenkeu.

Bergeser ke Bank Indonesia(BI), otoritas moneter menyatakan jika utang luar negeri (ULN) Indonesia per Juli 2022 adalah sebesar 400,4 miliar dolar AS. Bukuan ini melandai 3,2 miliar dolar AS dari torehan Juni 2022 yang mencapai 403,6 miliar dolar AS.

BI mengungkapkan penurunan ULN terjadi akibat berkurangnya utang luar negeri publik (pemerintah dan Bank Indonesia) dan juga sektor swasta.

“ULN pemerintah pada Juli 2022 sebesar 185,6 miliar dolar AS dan swasta 206,3 miliar dolar AS,” tutur Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono beberapa waktu lalu.

Meski kondisi utang Indonesia terjaga dengan baik, namun yang perlu menjadi perhatian adalah pemerintah mesti menanggung beban bunga yang relatif lebih tinggi.

Indonesia telah membayar bunga utang sebesar Rp317,89 triliun pada sepanjang 2020. Nilai itu melesat dibandingkan periode 2019 yang sebesar Rp277,23 triliun.

Adapun untuk tahun ini, pagu pembayaran bunga utang adalah sebesar Rp405,9 triliun berdasarkan Perpres Nomor 98 Tahun 2022. Secara terperinci, bunga utang di dalam negeri sebesar Rp393,7 triliun dan luar negeri Rp12,2 triliun.

Dalam realisasinya, sampai dengan semester I 2022 sudah dibayarkan sebesar Rp186,1 triliun atau 45,8 persen dari alokasi yang disediakan.

Asal tahu saja, pemerintah menganggarkan belanja APBN 2022 sebesar Rp3.106,4 triliun. Artinya, sekitar 13 persen belanja negara tahun ini digunakan untuk menutup bunga utang.

Tags: Metapos.idSri MulyaniUtang negara
Previous Post

XL SATU Menjalin Kerja Sama dengan CATCHPLAY+

Next Post

Sri Mulyani Kunjungi Markas IMF, Bahas Apa?

Related Posts

Transaksi timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot senilai Rp4,06 triliun sepanjang Agustus 2026, memperkuat fondasi menuju BMKS 2027.
Ekbis

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

4 September 2026
Sengketa dugaan pemindahan dana RDN senilai Rp2,58 miliar masuk tahap mediasi di PN Jakarta Pusat pada 9 September 2026.
Ekbis

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

4 September 2026
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) memperkuat riset dan manufaktur bisnis fragrance untuk memperluas pasar serta masuk rantai pasok global.
Ekbis

SMLE Ekspansi Bisnis Fragrance, Bidik Pasar Global

2 September 2026
DPR RI menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2030 dalam Rapat Paripurna, Selasa (1/9/2026).
Ekbis

DPR Tetapkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2030

2 September 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan NYAM Awards 2026 untuk mengapresiasi pelaku F&B lokal sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis melalui #BeliLokal.
Ekbis

Tokopedia-TikTok Shop Apresiasi Pelaku F&B Lewat NYAM Awards

2 September 2026
PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) meraih empat penghargaan IQSA 2026 berkat kepemimpinan HSSE, inovasi digital, dan penguatan budaya keselamatan.
Ekbis

PMSol Sabet Empat Penghargaan IQSA 2026

1 September 2026
Next Post
Sri Mulyani: Eselon I Kementerian Keuangan Harus Mengajar di STAN

Sri Mulyani Kunjungi Markas IMF, Bahas Apa?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini